Valentino Rossi Gagal Juara MotoGP 2017 Lebih Sakit Daripada Cedera!

Valentino Rossi mengakui, perasaan gagal juara MotoGP 2017 lebih menyakitkan daripada cedera yang sekarang dialaminya. Memang The Doctor masih mungkin mengejar ketertinggalan di sisa kompetisi. Namun, dengan selisih dari puncak klasemen yang makin besar, tampaknya mimpi sang pebalap Italia merebut gelar juara dunia kesepuluh alias La Decima, harus ditunda minimal sampai tahun depan.

Akibat kecelakaan dalam motorcross akhir Agustus lalu, Valentino Rossi dipastikan absen dalam dua race beruntun musim ini. Dia akan menghilang di GP San Marino yang merupakan balapan kandang The Doctor, juga di GP Aragon. Sang pebalap Italia baru bisa kembali di GP Motegi Jepang yang digelar pada 15 Oktober mendatang.

Ini adalah pukulan telak bagi Valentino Rossi. Apalagi sepanjang musim ini, performa The Doctor ternyata tidak cukup ampuh untuk menekan puncak klasemen. Rossi berjarak 26 angka dari Andrea Dovizioso (Ducati). Hilang dalam dua race, berarti membuka peluang The Doctor tertinggal makin jauh lagi dan ini membuat Rossi mengakui, sakit mentalnya lebih buruk dari derita cedera kaki yang dialami.

Valentino Rossi Alami Patah Kaki Karena Kecelakaan Motorcross 2

Katanya dikuti dari Motorsport.com, “(Cedera patah) kaki itu menyakitkan, tapi secara umum saya merasa baik. Yang  jauh lebih buruk, kondisi mental (saya). Karena sangat menyakitkan, (saya) membuang kesempatan untuk berburu gelar, dan juga (absen di) balapan di Misano di depan semua penggemar di grand prix kandang saya.”

“Saya harus mengatakan maaf kepada tim (atas fakta bahwa saya tidak bisa membalap), tapi sekarang kami harus bekerja untuk comeback sesegera mungkin.”

Valentino Rossi diperkirakan sudah bisa fit di GP Motegi. Namun, The Doctor sendiri enggan memberikan ancar-ancar waktu. Menurutnya, dalam kondisi cedera seperti ini, dia dan tim dokter hanya bisa meraba-raba kemungkinan terbaik.

“Saya belajar dari kejadian lampau bahwa dalam fase ini, Anda harus ‘memastikan kondisi’ dari hari ke hari. Kami sudah bekerja, kami coba kembali sesegera mungkin. Balapan berikutnya setelah Misano adalah Aragon, tapi saya pikir itu akan sangat sulit karena (GP Jepang) hanya (berjarak) 22 hari setelah cedera.”

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here