Valentino Rossi Persaingan Juara di MotoGP 2017 'Tidak Normal'! (2)

Valentino Rossi menyebutkan bahwa persaingan merebut gelar juara MotoGP 2017 tidaklah normal. Bukan apa-apa, saat ini ada lima pebalap yang berpotensi menjadi kampiun. Mereka adalah Andrea Dovizioso, Marc Marquez, Maverick Vinales, Rossi sendiri, hingga Dani Pedrosa. Perbedaan selisih poin yang tipis dan tidak pastinya kekuatan dari race ke race adalah penyebab utama.

Sementara ini, Andrea Dovizioso (Ducati) memuncaki klasemen MotoGP 2017. Dilihat dari keberhasilan Dovi saja, hal ini menunjukkan panasnya perseteruan para pebalap elite. Pasalnya selama ini, hanya pebalap Yamaha atau Honda saja yang tampak berpeluang memenangi kejuaraan. Namun kenyataannya, orang dari Ducati bisa jadi yang terdepan.

Ada hal lain, jarak antara Dovi dengan Dani Pedrosa yang peringkat lima, hanya 36 poin. Padahal, kompetisi masih tersisa enam race lagi. Belum lagi begitu mudahnya terjadi perubahan. Sampai GP Austria, Marc Marquez memimpin klasemen dengan selisih 16 poin dari Dovizioso. Tetapi begitu Marquez jatuh di GP Inggris, dia langsung tertinggal 9 angka dari Dovi.

Melihat kenyataan ini, Valentino Rossi menuturkan kepada Motorsport.com, “Kejuaraan tahun ini adalah sesuatu yang istimewa. Karena biasanya Anda bertarung melawan satu atau dua pebalap lain. Atau (jika tidak) atau maksimal tiga pebalap. Tapi kali ini ada lima.”

Valentino Rossi Persaingan Juara di MotoGP 2017 'Tidak Normal'! (1)

“Juga, selama latihan, Anda bisa keluar dari posisi 10 besar dengan sangat mudah, jadi saya rasa (musim ini adalah musim dengan persaingan terpanas?) Iya.”

Akhir pekan lalu, Valentino Rossi mampu finish di peringkat ketiga GP Inggris; yang maknanya membuat jaraknya di klasemen sedikit terangkat. Meskipun demikian, The Doctor belum mau berbicara tentang peluangnya jadi kampiun. Semuanya masih abu-abu.

“Ya, saya memiliki (defisit) 26 poin dari puncak, yang tidak banyak, dan masih ada enam balapan untuk dihadapi. Jumlah itu sangat banyak, tapi bagi saya sulit.  Saya tidak cukup kuat di lap terakhir (GP Inggris) untuk memperjuangkan kejuaraan. Juga, saya tidak jauh (dari puncak) tapi saya (peringkat) keempat. Jadi (peluangnya) sulit. “

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here