biji buah ceri beracun

Mengonsumsi buah sangat disarankan oleh ahli gizi, karena kandungan vitamin dan nutrisinya yang dibutuhkan tubuh. Namun Anda perlu mengetahui bahwa dibalik kelezatan dan kesegaran beberapa jenis buah, tersimpan bahaya pada biji-bijinya yang mengandung racun.

Buah-buahan tersebut adalah ceri, persik, apel dan aprikot, yang terbukti di dalam bijinya tersimpan kandungan sianida yang beracun.

Anda mungkin masih ingat kasus kopi beracun yang menewaskan Mirna, wanita muda di sebuah cafe di Jakarta. Pada kopi yang ia minum, ditemukan sejumlah racun sianida yang membuatnya tidak sadarkan diri dan kemudian tewas dalam waktu tidak lama.

Racun sianida secara alami ada dan terkandung dalam biji-biji buah yang disebutkan di atas, walau dalam jumlah dan presentase yang sangat kecil. Jenisnya pun sedikit berbeda dengan hidrogen sianida yang dipakai dalam industri.

Biasanya, racun ini dipakai untuk membunuh hama, serta melarutkan logam untuk menambang emas serta perak.

Ditulis oleh Daily Meal, zat sianida pada biji buah-buahan masih dapat diatasi reaksinya oleh tubuh karena kadarnya kecil. Jika sampai tertelan, maka ia akan diproses menjadi zat thiocyanate dan akan dibuang bersama urine.

Akan tetapi tentu Anda tak disarankan untuk mengonsumsinya, dan sebisa mungkin harus dibuang. Efek terburuk yang akan ditimbulkan jika sampai termakan adalah ia akan mencegah sel menyerap oksigen, hingga beberapa fungsi tubuh akan terganggu.

Dalam satu biji ceri misalnya, terdapat 0,17 gram sianida yang mampu melumpuhkan seorang manusia yang berbobot 72,57 kilogram. Kandungannya memang tergolong tinggi dan berbahaya.

Faktanya jumlah 0,1 gram sianida saja dapat membuat seseorang pingsan.

Akan tetapi, alam selalu memberikan perlindungan bagi manusia dengan membungkus sianida di dalam biji-bijian itu memakai lapisan pengaman yang cukup kuat dan berlapis.

Hanya saja, jika sampai tergigit dan pecah di dalam perut, maka kandungan sianidanya bisa berbahaya.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here