Diskusi antara Wiranto selaku Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Hak Azasi Manusia dengan anak-anak muda di Kota Solo baru saja digelar kemarin, Jumat (25/8/2017). Dalam diskusi santai yang digelar di Rumah Blogger Indonesia (RBI) di Kelurahan Jajar, Laweyan, tersebut, para generasi muda menanyakan beberapa isu nasional yang tengah menghangat belakangan ini. Salah satunya mengenai masalah organisasi massa radikal di Kota Solo.

Seperti dilansir dari Kompas.com, Sabtu (26/8/2017), kesempatan berdialog dengan Wiranto terkait topik “hate speech” yang semakin meresahkan di kalangan masyarakat luas juga sempat disinggung.

“Bahwa dulu saya pernah berpikir nanti masyarakat sendiri akan jenuh dan muak dengan ujaran-ujaran kebencian, tetapi kok sampai sekarang kelihatannya belum klimaks,” tutur Wiranto.

Sementara itu, Wiranto tampak terkesan dengan diskusi yang berlangsung akrab diantara kedua belah pihaknya dengan generasi muda setempat.

“Ini saya ucapkan terima kasih atas diskusi dan suasana santai sehingga bisa ngobrol seakan tanpa ada sekat,” imbuh Wiranto.

Blontank Poer, pengelola Rumah Blogger Indonesia sekaligus moderator acara tersebut menyebutkan, pihaknya sengaja mengundang Wiranto untuk berdiskusi santai mengenai berbagai masalah di negeri ini.

“Kita undang Pak Wiranto untuk berjumpa dengan kawula muda di Solo, hanya berbincang bincang segala hal,” ungkap Blontank.

Di sela diskusi, Wiranto berkesempatan menyanyi lagu keroncong Ngidham Sari. Nyanyian Wiranto diiringi kelompok musik keroncong Suara Delapan, Solo, yang digawangi orang-orang muda. Acara diskusi selesai sekitar pukul 22.30 WIB.

Seperti diketahui, pada Jumat (25/8/2017) kemarin, ada sembilan menteri yang melakukan kegiatan di Solo. Tujuh di antaranya sempat bertemu di satu sebuah acara yang sama. Pembukaan Jambore Nasional (Jamnas) Revolusi Mental diselenggarakan di Gelora Manahan Solo.

Awalnya, acara yang digelar tiga hari itu dibuka Presiden Joko Widodo, yang dijadwalkan menyerahkan penghargaan Top 40 Inovasi Pelayanan Publik. Namun, Jokowi yang batal hadir lantas hanya diwakili Menko Puan Maharani, seperti disebutkan dalam Detik.com.

Sementara itu, ketujuh menteri yang hadir adalah Menko PMK Puan Maharani, Menko Polhukam Wiranto, Menkes Nila Djuwita F Moeloek, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono serta Men PAN-RB Asman Abnur.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here