Medium Girder Bridge (MGB) punya keunggulan dalam fleksibilitas penggelaran, namun saat dituntut untuk menyeberangkan Main Battle Tank (MBT) Leopard 2A4 Ri yang bobotnya mencapai 62 ton, tentu menjadi sangat riskan, mengingat kapasitas MGB yang hanya 60 ton, alias untuk menghantarkan tank ringan dan sedang.


Dalam simulasi penyeberangan, batalyon MBT Leopard 2A4 memang didukung oleh Leopard 2 Beaver AVLB (Armored Vehicle Launched Bridge) atau tank bridgelayer, namun Leopard pembawa jembatan lipat ini hanya sanggup membentangkan jembatan sejauh 22 meter. Bila sekedar menyeberag ke parit, rasanya pas dengan dukungan tank bridgelayer, tapi lain cerita bila MBT Leopard harus melintasi sungai yang lebar. Problem ini saja dirasakan untuk menyeberangkan MBT, melainkan truk besar untuk dukungan logistik juga membutuhkan solusi yang sama.


Untuk urusan yang satu ini, Korps Zeni mengandalkan dua tipe jembatan darurat, yaitu jembatan ponton (pontoon bridge) dan jembatan Bailey (Bailey bridge). Jembatan ponton merupakan penggabungan dari wahana apung yang dideretkan membentuk jalur yang bisa dilewati manusia maupun kendaraan dengan bobot maksimum tertentu. Contoh yang paling dekat tentang ponton, Zeni TNI AD kedepan akan diperkuat 18 unit M3 Amphibious Rig dari Ceko.




Sementara jembatan Bailey, adalah jembatan darurat tipe rangka (tuss bridge) seperti banyak dijumpai pada umumnya. Bedanya jembatan Bailey mampu diangkut ke lokasi yang membutuhkan serta bisa digelar dengan cepat, bahkan lebih cepat ketimbang jembatan ponton. Namum minusnya, lebar jembatan Bailey cenderung terbatas, biasanya hanya memuat satu jalur untuk kendaraan.


Nah, berdadarkan rincian alutsista yang akan tiba di tahun 2018, Kepala Pusat Pengadaan Kementerian Pertahanan (Kapusada Kemhan), Marsma TNI Budi Prasetyo menyebut bahwa zeni TNI AD akan mendapat penambahan jembatan militer, yakni satu unit MGB dari Inggris yang akan tiba pada Oktober 2018 dan empat unit Acrow dari Amerika Serikat pada Mei 2018.


Yang disebut Acrow adalah Acrow Bridge, manufaktur material jembatan rangka modular asal New Jersey, AS. Dari penelurusan Indomiliter.com, Indonesia bersama dengan AS, Kanada, Australia, Kolombia, Chile, Israel dan PBB, menjadi para pemesan Acrow 700XS untuk kebutuhan jaringan jembatan logistik militer.



Acrow Bridge 700XS dirancang untuk dapat dilalui berbagai macam kendaraan berat, MBT sekelas Leopard dan Abrams pun bisa melintas tanpa harus khawatir berkat Advanced Modular Steel Technology. Pun desain rangka dan palet yang modular memungkinkan jembatan Bailey ini dapat disesuaikan panjang dan lebarnya. Bahkan desain Acrow Bridge 700XS dapat dibuat hingga empat jalur kendaraan. Secara teori Acrow Bridge 700XS dapat dilintas truk atau kendaraan dengan bobot kotor 550 ton.


Baca juga: BRLPZ-1 Beaver AVLB – Gelar Jembatan Taktis Darurat Untuk MBT Leopard 2A4 TNI AD


Dalam paket long span bridges, Acrow Bridge 700XS dipersiapkan untuk keutuhan panjang jembatah 122 meter. Namun dipastikan panjang dan lebar jembatan ini dapat disesuaikan berkat teknologi modular yang kaut dan mudah dalam pemasangan, semua komponen material dalam kondisi prefabricated. Komponen jembatan yang terdiri dari panel dek orthotropik dapat mendistribusikan muatan lebih efisien melintasi lebar jembatan. Setiap komponen pada jembatan hingga lubang pre-drilled dilengkapi pin dan baut untuk anti korosi dan kemudahan perawatan.



Instalasi jembatan Bailey oleh personel Yon Zipur TNI AD

Meski dirancang untuk keperluan taktis dan temporer, namun Acrow Bridge juga dapat di deploy untuk keperluan jembatan permanen. Di AS, dilaporkan sukses berperan sebagai jembatan kereta, Bailey Acrow sukses mampu dilintas jalur rangkaian kereta American Cooper E80.


Dalam rilisnya disebut Acrow Bridge telah merilis ribuan unit jembatan ke seluruh dunia, 700XS merupakan generasi ketiga jembatan yang diluncurkan Acrow. Palagan Afghanistan dan Irak menjadi pembuktian kemampuan jembatan rangka ini. Terlebih jembatan ini sudah menjadi standar untuk akses logistik Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam misi tanggap bencana. Mobilitas unit jembatan ini dapat mengandalkan truk standar atau jalur lintas laut dengan kontainer. (Gilang Perdana)


Sumber: Indomiliter.com

Loading...

Sampaikan Pendapat