Loading...
Scandal

Akankah Istri Setya Novanto Penuhi Panggilan KPK? Ini Kata Pengacaranya


Istri Ketua DPR Setya Novanto, Deisti Astriani Tagor rencananya bakal dipanggil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (20/11/2017) esok.

Kuasa Hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi menyatakan jika Deisti bakal memenuhi panggilan tersebut. Ia mengatakan jika kondisi istri dari Ketua Umum Partai Golkar tersebut dalam keadaan sehat, sehingga bisa memenuhi panggilan KPK.

“Pasti datang dong kan enggak sakit, enggak apa. Kalau dia sakit ya dia enggak datang,” ujar Fredrich kepada wartawan di RSCM Kencana, Minggu (19/11/2017), dikutip dari cnnindonesia.com.

Meski demikian, dirinya tidak mendampingi Deisti karena tidak memiliki wewenang untuk itu. Sebab dalam peraturan KPK disebutkan jika pengacara tidak bisa mendampingi saksi yang dioeriksa oleh lembaga antirasuah tersebut.

Baca Juga:  Namanya Tiba-Tiba Raib dari Dakwaan Kasus e-KTP, Begini Komentar Ganjar Pranowo

“Kalau saksi kan enggak boleh didampingi, jadi untuk apa kita ke sana. KPK membuat peraturan saksi enggak bisa didampingi pengacara. Kita bisa apa,” tambah Fredrich.

Seperti diketahui jika Deisti sebelumnya tidak memenuhi panggilan pada Jumat (10/11/2017) dikarenakan sakit.

Deisti bakal menjalani pemeriksaan oleh KPK dalam kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP yang ditaksir telah merugikan negara sebesar Rp. 2,3 triliun.

KPK sendiri telah menjelaskan jika istri Setya Novanto tersebut dipanggil dalam kapasitasnya sebagai mantan Komisaris PT Mondialindo Graha Perdana.

Sebelumnya, seperti diwartakan metrotvnews.com, Fredrich tidak menampik jika keluarga Setya Novanto punya saham di PT Mondialindo Graha Perdana. Saham itu dimiliki pada 26 Mei 1998.

Baca Juga:  Kapolri Sebut Penolakan Eggi Sudjana Bisa Dipanggil Paksa

“Saat itu Pak Novanto memiliki 700 saham dan menjadi komisaris utama Mondialindo,” ujar Fredrich di kantornya, Jalan Iskandar Muda, Jakarta Selatan, Selasa (7/11/2017).

Ia menjelaskan jika ketika itu kliennya mendapatkan saham tersebut secara cuma-cuma. Fredrich juga menegaskan jika Setya Novanto telah mengembalikan saham tersebut pada  31 Maret 2003.

“Dia tidak membeli tapi dikasih karena dia punya nama dan jabatan. Lalu, dikembalikan lagi. Saat itu sudah tidak jadi komisaris utama,” ujarnya.

Loading...

About the author

Citra

You are what you read! Ungkapan itu membuat kami ingin menyajikan berita tulisan yang sesuai dengan jati diri Anda. Selamat membaca dan silahkan berkomentar...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.