Alasan Amerika Mencekal Panglima TNI

Posted on


Setelah beberapa hari, akhirnya pihak Amerika Serikat mengungkapkan alasan pencekalan terhadap Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo. Namun Menlu Indonesia, masih meminta alasan yang lebih detail lagi.


Juru bicara Department of Homeland Security, Dave Lapan, menjelaskan bahwa kasus ini hanya masalah kesalahan administrasi saja. Jenderal Gatot tidak bisa masuk ke AS karena adanya keterlambatan penerbitan dokumen dari protokol keamanan AS.


 Masalah ini akhirnya sudah diselesaikan dengan cepat oleh pihak AS dan Gatot telah dijadwalkan untuk pergi dengan penerbangan berikutnya. Namun kemudian ia memilih untuk tidak berangkat. Demikian seperti dilansir AP News. 


Homeland Security merupakan departemen yang membawahi US Customs and Border Protection, lembaga yang berwenang mengurusi arus masuk orang asing ke negeri Donal Bebek.


Wakil Dubes AS, Erin Elizabeth McKee, juga telah dipanggil oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk memberi penjelasan. Ia tidak menjelaskan mengapa Gatot dicekal, namun mengatakan bahwa masalahnya sudah diselesaikan.


“Kami sangat menyesalkan ketidaknyamanan yang ditimbulkan insiden ini dan kami mohon maaf,” kata McKee dalam keterangannya di Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Senin (23/10).


“Sama sekali tidak ada masalah bagi Jenderal Gatot untuk bepergian ke AS. Kami menyambutnya, dan kedutaan bekerja sangat keras untuk memahami apa yang terjadi,” ujarnya.


Sementara, Retno mengatakan Indonesia masih mengharapkan agar AS memberikan penjelasan yang lebih lengkap. “Saya sudah mengatakan bahwa itu tidak cukup. Masih perlu penjelasan mengapa kejadian itu terjadi,” paparnya.


Gatot seharusnya terbang ke AS pada Sabtu (21/10) untuk menghadiri undangan Panglima Angkatan Bersenjata AS Jenderal Joseph F Dunford untuk menghadiri konferensi tentang kejahatan ekstremisme pada 23-24 Oktober 2017. Sayangnya, dari 6 jumlah anggota delegasi yang seharusnya berangkat, hanya Gatot dan istrinya yang ditolak masuk AS.


Kapuspen TNI Mayjen Wuryanto menjelaskan Gatot dan istri mendapat pemberitahuan ditolak masuk AS setelah ada pengumuman dari maskapai penerbangan. “Beberapa saat sebelum keberangkatan, ada pemberitahuan dari maskapai penerbangan bahwa Panglima TNI dan istri tidak boleh memasuki wilayah AS oleh Custom dan Border Protection,” ungkap Wuryanto di Kantor Panglima TNI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (23/10).


Lapan mengatakan bahwa Pemerintah AS “berusaha keras untuk memastikan bahwa semua orang yang bepergian ke AS diamati dan diperiksa dengan benar. Kami menyesalkan bahwa Panglima dan istrinya merasa tidak nyaman.”


Sumber: kumparan.com

Loading...

Sampaikan Pendapat