Loading...
Dunia Militer

Aljazair-Rusia Membahas Pembelian 14 MiG-29M

Aljazair merupakan salah satu pembeli terbesar peralatan utama sistem persenjataan (alutsista) buatan Rusia, berminat untuk membeli 14 unit pesawat tempur MiG-29M/M2 untuk menggantikan armada MiG-29S yang diterima Angkatan Udara Aljazair dari Belarusia dan Ukraina.


Dilansir dari surat kabar online Kommersant, perusahaan MiG Corp. selain menerima keuntungan ratusan juta dolar, akan tetapi juga akan memastikan pemuatan fasilitas produksinya selama beberapa tahun mendatang. Rusia pernah menawarkan pesawat tempur MiG-29SMT “Super Fulcrum” kepada Aljazair pada tahun 2006.


Rusia dan Aljazair kini sedang melakukan perundingan tertutup mengenai pembelian skuadron MiG-29M/M2. Menurut sumber Departemen Pertahanan Rusia menjelaskan bahwa kedua pihak sedang membahas penjualan 14 pesawat baru.

Baca Juga:  Tank Leopard Butuh Kereta Api di Kalimantan

Nilai potensial kontrak tersebut diperkirakan antara AS $ 700-800 juta.



“Kami perkirakan bahwa penandatanganan kontrak perusahaan akan dilaksanakan dalam waktu dekat”, menurut keterangan Rosoboronexport dan United Aircraft Corporation (UAC), dan menolak berkomentar lebih lanjut.


Delegasi militer Aljazair pekan lalu menghadiri forum internasional “Army-2018” di Kubinka, di mana Deputi Menteri Pertahanan Jenderal Alexander Fomin dan kepala departemen pasokan Kementerian Pertahanan Aljazair, Mayor Jenderal Mustafa Debbie membahas masalah yang terkait dengan pasokan senjata.


Upgrade helikopter tempur Mi-28NE dengan rudal anti-tank Khrisantema-V © Michael Jerdev


Aljazair adalah salah satu pelanggan terbesar alutsista Rusia. Selama sepuluh tahun terakhir, armada Angkatan Udara Aljazair memiliki 58 unit Su-30MKA, 14 helikopter transportasi Mi-26T2, dan 16 unit pesawat latih tempur Yak-130.

Baca Juga:  Sukhoi di Indonesia, Antara Kontroversi dan Kebutuhan Akan Efek Deteren

Selain itu, militer Aljazair mulai menerima helikopter tempur Mi-28NE berdasarkan kontrak tahun 2013 sebanyak 42 unit. Menurut ahli dari Pusat Analisis Strategi dan Teknologi Konstantin Makienko, pembelian Aljazair tersebut dilatarbelakangi oleh “intervensi” NATO di Libya.



“Jika sebelum 2011 Aljazair masih melirik alutsista dari negara-negara Barat, kemudian setelah peristiwa-peristiwa ini mereka menyadari bahwa mitra yang lebih dapat diandalkan adalah Rusia dan China dalam masalah sensitif seperti itu”.


Selain membahas pembelian jet tempur MiG-29M/M2, Aljazair juga tertarik membeli pembom Su-32 (varian ekspor pembom Su-34) dan jet tempur multi-peran Su-35.

– Jakartagreater.com

Loading...

About the author

Citra

You are what you read! Ungkapan itu membuat kami ingin menyajikan berita tulisan yang sesuai dengan jati diri Anda. Selamat membaca dan silahkan berkomentar...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.