Loading...
Berita

Ancaman Indonesia Bubar 2030 Dirujuk dari ‘Ghost Fleet’


Pidato Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto tentang Indonesia yang akan bubar pada tahun 2030 sebenarnya diambil dari plot novel perang ‘Ghost Fleet’ karya Peter Warren Singer dan August Cole.


Sejumlah pihak meragukan ramalan dalam fiksi ilmiah tersebut. Bahkan
Wakil Presiden Jusuf Kalla tertawa saat dimintai tanggapannya mengenai pidato Prabowo Subianto soal kemungkinan Indonesia bubar. Jusuf kalla menyatakan bahwa prediksi Prabowo Subianto itu hanya fiksi. Kendati demikian prediksi itu bukan berarti tak mungkin terjadi.Karena banyak negara bubar karena perpecahan dan sebab-sebab lainnya.


Apa yang diungkapkan Prabowo Subianto dan juga Wapres Jusuf Kalla bisa saja terjadi. Karena penulis buku ini adalah tidaklah sembarangan. Dia seorang ahli strategi pertahanan AS dan menerima gelar Ph.D. Pemerintahan dari Universitas Harvard dan sarjana muda dari Princeton Woodrow Wilson School of Public and International Affairs.


Tak hanya itu, dikutip dari Wikipedia, Singer dianggap sebagai salah satu ahli terkemuka dunia tentang perubahan dalam peperangan abad 21 dan beberapa pernyataanya telah ditulis oleh banyak media dan jurnal utama dunia, antara lain: Boston Globe, Los Angeles Times, New York Times, Washington Post, Sejarah Saat Ini, Survival, International Security, Parameters, Weltpolitik, dan World Policy Journal dan lain-lain. Dia juga menyampaikan ceramah di berbagai tempat mulai dari Kongres AS dan Pentagon serta memberikan kuliah di 70 universitas di seluruh dunia. Singer masuk dalam daftar “100 Pemikir Dunia” oleh Foreign Policy.


Defense News menobatkan Singer sebagai salah satu dari 100 orang paling berpengaruh dalam masalah pertahanan. Ia juga melayani di kelompok penasihat untuk Komando Pasukan Gabungan, membantu militer AS memvisualisasikan dan merencanakan masa depan. Pada tahun 2015, ia diberi nama oleh analisis Onalytica sebagai satu dari sepuluh suara paling berpengaruh mengenai keamanan dunia maya.


Singer pernah menjabat sebagai koordinator Satuan Tugas Kebijakan Pertahanan untuk kampanye kepresidenan Barack Obama di tahun 2008. Selain karyanya mengenai masalah konflik, Singer adalah anggota Komite Penasihat Pemerintah untuk Kebijakan Komunikasi dan Informasi Internasional.


Sementara August Cole dilansir dari ghostfleetbook.com disebut sebagai seorang penulis, futuris dan analis yang mengeksplorasi masa depan konflik. Dia merupakan non-residen senior fellow di Brent Scowcroft Center tentang Keamanan Internasional di Dewan Atlantik.


Di Dewan Atlantik itu, Bachelor of Art ini mengarahkan proyek seni masa depan yang mengeksplorasi karya kreatif dan narasi untuk wawasan tentang masa depan konflik dari tahun 2014-2017. Dia juga menulis di sebuah perusahaan konsultan strategi dan manajemen independen yang berfokus pada industri berorientasi pada pemerintah.


Cole juga merupakan pembicara reguler untuk sektor swasta, akademisi dan pihak AS maupun pemerintah sekutu. Dari tahun 2007-2010, dia menulis untuk media besar The Wall Street Journal mengenai industri pertahanan.


Bila melihat siapa penulisnya maka buku fiksi ilmiah itu sebenarnya ingin mengingatkan publik dunia tentang realitas kompleks dari konflik kekuatan besar di masa depan.


Karena banyak cerita dalam buku ini tidak sepenuhnya fiksi ilmiah sebagaimana fakta sains dimasukkan ke dalam konteks fiksi. Sebagian besar teknologi dalam cerita itu ada atau sedang dalam pengembangan.


Novel Ghost Fleet: a Novel of The Next World War pertama kali terbit di Amerika Serikat pada 2015 lalu dengan lebih dari 400 halaman.


Begitu diluncurkan Novel ini menjadi perhatian serius bagi petinggi militer Amerika Serikat. Pensiunan Laksamana James G Stavridis menyebut buku ini sebagai blue print untuk memahami peperangan di masa depan. Stavridis, yang kini menjabat sebagai dekan di fakultas Hubungan Internasional Tufts University, mewajibkan pimpinan militer untuk membaca novel tersebut.


Ghost Fleet sebenarnya bukan berbicara tentang Indonesia yang sudah dianggap masa lalu pada 2030 itu, namun Ghost Fleet lebih banyak menggambarkan perang antara China dan Amerika Serikat pada tahun 2030.


Singer menggambarkan situasi perang modern ketika pesawat tanpa awak (drone) mendominasi angkatan udara kedua belah pihak. Karena memang perang udara itulah yang saat itu akan menjadi kunci utama dibanding perang darat. Perang juga melanda sistem informasi tingkat tinggi, dan cakupannya bukan hanya peretasan situs internet, melainkan satelit yang memantau bagian permukaan bumi.


Perang masa depan mungkin dimulai secara tidak sengaja, seperti karena ulah seorang pilot yang menabrak pesawat lain sehingga menimbulkan kemarahan dari kecelakaan itu dan meningkat menjadi pertempuran langsung. Atau karaena didorong oleh krisis yang meningkat antar wilayah terutama karena dahsyatnya perkembangan teknologi Cina dan bisa juga karena sebab lain.


Meski hanya menyebut 7 kali dari 400 halaman yang ada, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengatakan tentang Indonesia akan bubar di tahun 2030 sebuah perkiraan yang masuk akal. Pasalnya, beberapa negara di Timur Tengah pun terancam bubar. Kata Fahri negara yang bernama Suriah itu sebentar lagi tidak ada, negara bernama Libya itu bisa hilang, Mesir juga terancam, Libanon dan Yaman juga bernasib sama.


Sementara itu, Prabowo Subianto mengatakan dia mengutip fiksi ilmiah itu bukan tanpa dasar. Karena di luar negeri ada namanya scenario writing. “Memang bentuknya mungkin novel, tapi yang nulis adalah ahli-ahli intelijen strategis,” kata Prabowo di Jakarta Pusat, Kamis (22/3/2018)


Prabowo mengungkapkan kembali tulisan dalam ‘Ghost Fleet’ agar bangsa Indonesia waspada bahwa ancaman itu sudah  di depan mata. (rot)

Loading...

About the author

Citra

You are what you read! Ungkapan itu membuat kami ingin menyajikan berita tulisan yang sesuai dengan jati diri Anda. Selamat membaca dan silahkan berkomentar...

Sampaikan Pendapat

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.