Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menganggarkan subsidi susu di 2018. Adanya subdisi susu ini mengingatkan kembali ide Revolusi Putih yang sempat menjadi perdebatan.


Subsidi susu ini terdengar ketika Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Darjamuni diwawancara wartawan terkait keluhan PD Dharma Jaya yang tidak mendapat dana penyertaan modal daerah untuk membeli daging. Darjamuni mengungkapkan selain daging, pada 2018 Pemprov juga akan memberikan subsidi untuk susu dan ikan.


Saat dikonfirmasi apakah statemennya tersebut menandakan bahwa Pemprov DKI akan menerapkan revolusi putih pada tahun 2018, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Darjamuni membenarkan.


“Iya,” kata Darjamuni, di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (23/11/2017). Darjamuni menjawab pertanyaan, ‘Apakah subsidi susu yang dianggarkan merupakan revolusi putih’.


Hal tersebut juga ditegaskan oleh Asisten Sekda DKI Jakarta bidang Perekonomian, Franky Mangatas. Ia mengungkapkan tahun 2018 revolusi putih akan dilaksanakan.


Image result for Asisten Sekda DKI Jakarta bidang Perekonomian, Franky Mangatas

Asisten Sekda DKI Jakarta bidang Perekonomian, Franky Mangatas


“Fix, 2018 kita laksanakan,” ujar Franky menjawab pertanyaan yang sama.


Secara terpisah, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno saat ditanya apakah subsidi susu ini merupakan bagian dari revolusi putih, tak menjawab secara gamblang. Ia hanya menjelaskan bahwa subsidi susu ini sebagai salah satu upaya Pemprov DKI untuk mendorong peternak sapi di Indonesia untuk menciptakan lapangan pekerjaan.


“(Subsidi) susu sebagai salah satu mendorong peternak-peternak sapi di seluruh Indonesia mungkin juga mendapatkan kegiatan daripada perekonomian untuk menciptakan lapangan kerja,” ujarnya.


Mengenai siapa pengusul penambahan subsidi susu dan ikan, Sandi menyebut hal itu merupakan usulan dari masyarakat.


“Itu dari bawah yang diusulkan dan saya sepakat ya bahwa ini sebagai salah satu terobosan buat kita ditambah ada susu,” tuturnya.


Untuk diketahui, Revolusi Putih menjadi salah satu program unggulan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sejak 2009. Program itu kini kembali digaungkan dan diusulkan ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.



Usulan itu disampaikan oleh Adik Prabowo, Hashim Djojohadikusumo yang mendatangi langsung Anies di Balai Kota pada Kamis 26 Oktober 2017. Dia menyebut Anies bahkan sudah setuju dengan program tersebut.


“Kami tadi sempat ketemu Pak Anies. Kami bicara cukup lama. Saya sampaikan beberapa hal dan beliau sudah setuju. Pertama adalah program tambahan makanan untuk pelajar sekolah,” kata Hashim setelah bertemu dengan Anies saat itu.


Ia menjelaskan semua pelajar di DKI Jakarta baik dari sekolah negeri maupun swasta yang tidak mampu akan dapat makanan gratis melalui gerakan Revolusi Putih ini.


Anies Baswedan juga pernah menerapkan Revolusi Putih saat dirinya menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Program itu kini hendak dibawa lagi ke Jakarta. Anies pun setuju karena menurutnya Revolusi Putih sesuai dengan slogan ‘Maju Kotanya, Bahagia Warganya’.


“Itu pernah jadi program di pemerintah pusat, waktu saya jadi Menteri Pendidikan, salah satunya program kami membuat yang namanya program makanan sehat untuk anak-anak. Ada yang bentuknya sarapan. Itu tadi usulan. Kita terima usulannya. Nanti kita lihat di Jakarta implementasinya seperti apa, bertahap,” kata Anies di Balai Kota.


Sumber Berita Anies-Sandi Pimpin Jakarta, Pemprov DKI Jalankan Revolusi Putih Usulan Prabowo : Detik.com


Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here