Kapal jenis korvet class parchim KRI Sutanto 377 tengah melakukan manuver peperangan anti kapal selam, dengan menembakkan roket RBU-6000 buatan Rusia ke tengah laut Selat Madura, saat peringatan HUT TNI ke 69 di Markas Komando Armada RI Kawasan Timur (Mako Armatim) Ujung, Surabaya, Selasa (7/10/2014) lalu.

Perkembangan teknologi yang begitu pesat di era millenium kedua, menuntut para prajurit TNI agar tetap waspada dan siaga terhadap segala ancaman yang datang dari luar.


Sadar akan hal ini, pada Rabu (7/2/2018), jajran Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) merapatkan barisan. Bertempat di ruang rapat Satlinlamil, Jakarta, para perwira unsur-unsur Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) menggelar rapat untuk melakukan revisi atas buku induk tempur KRI.


Kepala Staf Komando Lintas Laut Militer (Kaskolinlamil) Laksma TNI Irwan Achmadi, M.Tr (Han) sempat memberikan pengarahan kepada seluruh perwira unsur-unsur KRI tentang buku induk tempur KRI.


Kaskolinlamil Laksma TNI Irwan Achmadi, M.Tr (Han) memberikan pengarahan kepada seluruh perwira unsur-unsur KRI tentang buku induk tempur KRI di Mako Satlinlamil Jakarta, Rabu (7/2/2018).

Pengarahan itu terkait revisi buku induk tempur yang dilaksanakan oleh komando pelaksana yaitu Satlinlamil Jakarta dan Surabaya. Revisi buku induk tempur menyesuaikan dengan perkembangan lingkungan strategis yang ada dan tugas pokok Kolinlamil.


Dalam kesempatan tersebut, Kaskolinlamil didampingi Asisten Operasi (Asops) Pangkolinlamil Kolonel Laut (P) Bambang Irawan dan Komandan Satlinlamil Jakarta Kolonel Laut (P) Sigit Santoso yang juga sebagai ketua pelaksana revisi buku induk tempur Kolinlamil.


Menurut Kolonel Laut (P) Sigit Santoso, di era globalisasi saat ini setiap negara berusaha untuk dapat memenuhi kepentingan nasionalnya. Demi memenuhi ambisinya, terkadang terjadi benturan kepentingan antara negara-negara tersebut yang pada akhirnya dapat mengakibatkan terjadinya konflik/sengketa.


Lebih Lanjut dijelaskan bahwa revisi buku induk tempur ini disesuaikan dengan perkembangan lingkungan dan kemampuan KRI sendiri, sehingga buku tersebut diharapkan dapat menjadi pedoman para Komandan KRI dalam mengambil tindakan atau keputusan tepat saat melaksanakan kegiatan di lapangan, baik pada masa damai maupun pada saat konflik bersenjata.


Dalam rilis yang dikirim Dinas Penerangan (Dispen) Kolinlamil yang diterima redaksi Tengokberita.com, revisi buku induk tempur itu harus memuat prosedur, petunjuk pelaksanaan, petunjuk teknis dan petunjuk lain yang berlandaskan hukum dan buku pedoman cara bertindak khususnya menghadapi situasi darurat yang ditemukan di lapangan.


Kolinlamil mempunyai tugas pokok membina kemampuan sistem angkutan laut militer, membina potensi angkutan laut nasional untuk kepentingan pertahanan negara, melaksanakan angkutan laut TNI dan Polri yang meliputi personel, peralatan dan perbekalan, baik yang bersifat administratif maupun taktis strategis serta melaksanakan bantuan angkutan laut dalam rangka menunjang pembangunan nasional.


Sesuai dengan fungsi dan tugasnya melaksanakan pergeseran kekuatan militer, baik pasukan maupun logistik melalui laut di seluruh perairan Indonesia. Kegiatan lintas laut oleh unsur-unsur Kolinlamil maupun unsur-unsur yang di-Bawah Kendali Operasi (BKO) Kolinlamil dapat dilaksanakan secara individu maupun dalam formasi baik pada saat damai maupun masa perang.


Pergeseran pasukan maupun logistik dapat dilakukan dari suatu Pangkalan Angkatan Laut, Pelabuhan Umum, Pantai ke Pangkalan Angkatan Laut atau ke Pelabuhan Umum dan pantai lainnya.


Unsur Kolinlamil saat ini terdiri dari KRI jenis Landing Platform Dock (LPD) yaitu KRI Banda Aceh 593 dan KRI Banjarmasin 592, kapal jenis Bantu Angkut Personel KRI Tanjung Kambani 971 dan KRI Tanjung Nusanive 973, kapal jenis Landing Ship Tank (LST) KRI Bintuni 520, KRI Teluk Amboina 503, KRI Teluk Ratai 509 dan KRI Teluk Bone 511. Sedangkan KRI jenis Frosch KRI Teluk Manado 537, KRI Teluk Hading 538, KRI Teluk Parigi 539 dan KRI Teluk Lampung 540.


Sementara itu Kaskolinlamil dalam arahannya menekankan kepada seluruh perwira unsur-unsur KRI untuk selalu memperhatikan dan melaksanakan peraturan dinas dalam TNI AL dan KRI (PHST, Perintah Malam, Consignes kapal, Buku Induk Tempur/Buku Tempur), laporan pelayaran, Zero Accident, Rule of Engangement (ROE), koordinasi dengan Kotas dan memahami Struktur Kodal Operasi, efisiensi operasi dan hindari tindakan kriminalitas/pelanggaran hukum. (has)

Loading...

Sampaikan Pendapat