Loading...
Dunia Militer

AS Butuh 240 Tomahawk Netralisir Pertahanan Suriah


Media AS mengatakan bahwa untuk membuat pertahanan udara Suriah lumpuh, Amerika Serikat membutuhkan sekitar 240 rudal jelajah Tomahawk. Namun, jumlah rudal yang dibawa ke Suriah harus lebih dari itu, menurut Wall Street Journal.


Bao Dat Viet yang mengutip informasi dari Wall Street Journal yang bersumber dari militer AS mengatakan bahwa Angkatan Laut AS telah menempatkan dua kapal perusak dekat Suriah. Dan diperkirakan kapal perang tersebut bisa meluncurkan rudal jelajah Tomahawk guna menyerang Damaskus.


Para analis militer AS memperkirakan bahwa serangan ini akan jauh lebih besar dari serangan udara bulan April 2018, ketika AS meluncurkan sejumlah besar rudal Tomahawk pada sejumlah target militer. Sebagai tanggapan atas dugaan penggunaan senjata kimia oleh Suriah di provinsi Idlib.


Salah satu tujuan utama dari serangan AS adalah menghancurkan sepenuhnya Angkatan Udara Suriah. Jet-jet tempur Suriah dianggap sebagai kendaraan utama bagi negara untuk melakukan serangan kimia.


Kapal perusak USS Laboon (DDG 58) meluncurkan rudal jelajah Tomahawk. © US Navy via Wikimedia Commons


Dalam serangan ke Suriah pada awal 2018, Amerika Serikat mengklaim telah menghancurkan sebanyak 20 pesawat tempur, yang setara dengan 20% dari Angkatan Udara Damaskus, serta memporak-porandakan pangkalan udaranya. Jadi, untuk bisa sepenuhnya menumpas Angkatan Udara Suriah, MacAskill mengatakan bahwa Amerika Serikat harus menggunakan hampir 240 rudal Tomahawk untuk serangan berikutnya.



“Secara teori, sekitar 60 rudal yang ditembak ke Bandara Al-Shayrat menghancurkan 20% dari pesawat Suriah, maka serangan udara kali ini seharusnya empat kali lebih besar untuk dapat menghancurkan 80% sisa armada Angkatan Udara Suriah”, kata analis Pertahanan Jeremy Binnie.


Dan untuk meluncurkan sebanyak 240 rudal jelajah Tomahawk dalam satu serangan, Amerika Serikat akan mengerahkan setidaknya 4 unit kapal destroyer kelas Arleigh Burke di Mediterania. Masing-masing kapal perusak dilengkapi antara 90 – 96 tabung peluncur vertikal, yang sekitar 60 diantaranya berisikan rudal jelajah Tomahawk dan sisanya digunakan menyimpan rudal anti-pesawat untuk sistem Aegis.

Baca Juga:  Mampir di Jeddah, Personel KRI Bima Suci Laksanakan Ibadah Umroh


“Angkatan Laut AS mampu menggunakan beberapa rudal dalam salvo serangan udara tahun lalu, jika mereka mengerahkan cukup banyak kapal perusak dan kapal selam untuk menyerang dari Mediterania timur” tambahnya.


Kapal perusak USS Arleigh Burke (DDG-51) meluncurkan rudal jelajah RGM-109 Tomahawk © US Navy via Wikimedia Commons


Tujuan dari serangan menggunakan rudal jelajah presisi adalah untuk memusnahkan pesawat yang sedang diperbaiki dan sejumlah peralatan militer, bukannya menargetkan bangunan atau struktur di bandara. Tetapi ahli memperingatkan bahwa AS harus mempertimbangkan kapasitas jaringan pertahanan udara Suriah.



“Akan sangat memalukan bagi AS jika mengumumkan penghapusan lengkap dari Angkatan Udara Suriah, namun kemudian ternyata masih ada banyak lagi pesawat tempur yang tersisa”, lanjutnya.


Biaya serangan udara semacam itu juga sangat mahal. Washington setidaknya akan membuang setidaknya US $ 450 juta untuk 240 rudal Tomahawk, belum lagi anggaran untuk menyebarkan dan mengamankan dukungan logistik untuk fregat, serta sistem pengintai di medan perang.

Baca Juga:  Boeing Terjun dalam Proyek Pengembangan Bronco II

Sementara Reuven Ben-Shalom, analis asal Israel mengatakan bahwa serangan udara Suriah ini tidak terlalu besar bagi AS. Perbedaan kekuatan kedua negara terlalu besar, karena Damaskus hanya memiliki 15.000 pasukan, dibandingkan 316.000 personel militer AS.


Jumlah peralatan militer dan tingkat kecanggihan Angkatan Udara Amerika Serikat juga jauh dari musuh. Tapi satu masalah penting adalah bahwa Suriah mendapatkan dukungan Rusia.



“Hambatan terbesar adalah pertahanan udara dan unit-unit yang dikerahkan Rusia di Suriah”, kata Ben-Shalom memperingatkan, “Dan mereka dapat mengirim data di tempat kejadian dan memandu rudal Suriah, belum lagi risiko memicu Perang Dunia III, jika pangkalan militer Rusia terkena rudal AS”.


Meski mengetahui lokasi pasukan Rusia, AS masih menghadapi skenario jatuhnya korban, kata Ben-Shalom. Pertahanan non-modern Suriah hanya terdiri dari rudal jarak menengah Buk-M2E dan rudal/artileri pertahanan udara jarak pendek Pantsir-S1.


Namun mampu menembak jatuh jet tempur modern F-16i Israel, serta mencegat hingga 70% rudal yang diluncurkan Tel Aviv sebagai pembalasan. Suriah juga diduga mencegat 5 dari 8 rudal yang ditembakkan untuk meghantam bandara militer T-4 di Homs awal tahun ini.


Jika semua teori itu benar, maka 240 rudal Tomahawk akan cukup untuk melumpuhkan sistem pertahanan udara Suriah. Namun, faktanya sampai sekarang, Amerika Serikat telah mengirim hampir sebanyak 380 rudal Tomahawk mendekat ke Suriah dan berarti bahwa militer AS akan butuh lebih banyak rudal Tomawahk dari yang telah diperkirakan oleh para pakar.

– Jakartagreater.com

Loading...

About the author

Citra

You are what you read! Ungkapan itu membuat kami ingin menyajikan berita tulisan yang sesuai dengan jati diri Anda. Selamat membaca dan silahkan berkomentar...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.