Loading...
Sepakbola

Aubameyang Pemain Nakal, Arsenal Harusnya Tak Mau Membeli

Aubameyang Pemain Nakal, Arsenal Harusnya Tak Mau Membeli

Pierre Emerick Aubameyang adalah sosok pemain nakal yang susah dikendalikan. Sudah seharusnya klub manapun tidak berminat membelinya. Demikian yang diklaim oleh pelatih Bayern Munchen, Jupp Heynckes. Apakah ini kode untuk Arsenal?

Pierre Emerick Aubameyang kembali memancing kontroversi ketika tidak masuk tim Borussia Dortmund akhir pekan ini. Sang penyerang internasional Gabon diabaikan pelatih Peter Stoger saat BVB bermain imbang 1-1 melawan tuan rumah Hertha Berlin.

Sikap Aubameyang yang seperti ini, diperkirakan terjadi karena Borussia Dortmund selama ini menghalang-halangi kepindahannya. BVB mematok harga yang cukup tinggi untuk mantan pemain Saint Etienne dan AC Milan ini, yaitu di kisaran 80 hingga 100 juta Euro.

Baca Juga:  Jadwal Piala Dunia Grup B dan Prediksi Iran vs Portugal: Saling Bunuh Demi Lolos

Spekulasi pun terus berkembang. Jika Dortmund sudah semakin letih dengan kebengalan Aubameyang, mungkinkah mereka memutuskan untuk menjual saja sang penyerang utama?  Jika iya, hendak kemanakah Auba berangkat? Ke Liga Super China? Atau Arsenal, yang sedang butuh pembenahan?

Terlepas dari klub tujuan Aubameyang, Jupp Heynckes tampak muak dengan cara sang pemain memancing di air keruh. Menurutnya, sikap Auba yang seenaknya saja menghilang dari latihan atau rapat tim, menunjukkan sifat tidak profesional.

Aubameyang Pemain Nakal, Arsenal Harusnya Tak Mau Membeli 2

Menurut Heynckes, cara-cara pemain memberontak kepada klub dengan mogok seperti Auba –dan pernah dilakukan oleh Ousmane Dembele pada musim panas lalu—, seolah-olah pemain sepakbola tidak mensyukuri keberuntungan mereka mendapatkan gaji wah.

Baca Juga:  Gara-Gara Alexis Sanchez, Cristiano Ronaldo Batal Pulang ke MU

Heynckes dikutip dari Marca menuturkan, “Saya melihat semua ini dari sudut pandang yang sangat kritis. Saya pikir klub harus bercermin ulang ketika mengira harus merekrut pemain dengan tipe seperti ini (Aubameyang).”

(Jika saya yang memutuskan pembelian pemain di sebuah klub) Saya akan menolak (pemain seperti Aubameyang).

“Saya yakin pemain sepakbola (profesional) memiliki hak istimewa, ketika Anda mempertimbangkan betapa sulit dan sulitnya memperoleh gaji bulanan  (dalam bidang pekerjaan lain) di luar sana.”

Loading...

About the author

Citra

You are what you read! Ungkapan itu membuat kami ingin menyajikan berita tulisan yang sesuai dengan jati diri Anda. Selamat membaca dan silahkan berkomentar...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.