Debu Abu Vulkanik

Gunung Agung akhirnya meletus pada Selasa (21/11/2017) sore dan telah melontarkan material vulkanik dari dalam perutnya. Hujan abu terjadi di beberapa wilayah, walau masih dalam skala kecil.

Setelah sekian lama menunjukkan tanda-tanda peningkatan aktifitas, gunung berapi yang terletak di Kabupaten Karangasem, Bali ini pun erupsi.

Sekilas, abu vulkanik seperti tidak berbahaya, paling tidak tak mematikan seperti awan panas atau lava. Namun ternyata ada bahaya tersendiri yang tersembunyi di balik material vulkanik ini untuk kesehatan manusia.

Apa saja bahaya abu vulkanik yang perlu diwaspadai? Dilansir oleh laman Carleton.edu, berikut ini informasinya:

Bahan beracun

Terkadang ada partikel dan gas beracun yang ikut keluar dari perut gunung, dan melekat bersama abu vulkanik. Misalnya aerosol, karbondioksida, sulfat, asam hidroklorik, dan asam hidroflourik.

Mengganggu mata

Kesehatan mata bisa terganggu apabila butiran abu vulkanik yang ukurannya besar ini masuk ke mata. Selalu gunakan kaca mata atau pelindung lainnya saat hendak keluar rumah agar kesehatan mata tetap terjaga. Efek buruk yang bisa terjadi adalah mata gatal dan merah, abrasi kornea atau goresan pada bola mata.

Mengganggu pernapasan

Sistem pernapasan pun bisa terganggu, jika abu tak sengaja terhirup. Selain karena partikelnya, juga kandungan aerosol yang dapat menyebabkan masalah. Efek yang akan terasa adalah gangguan pernapasan, sesak napas, dan batuk-batuk serta tenggorokan perih. Dalam jangka pendek pun bisa terjadi hidung berair dan kemungkinan bronkitis.

Paru-paru juga bisa mengalami silicosis atau penyakit yang menyebabkan kerusakan dan bercak pada paru-paru.

Mencemari air

Sumber air yang terbuka bisa tercemar oleh abu vulkanik, jadi selalu tutup sumber air tersebut. Jika tidak, maka bisa terminum apabila Anda menggunakan air tersebut untuk konsumsi.

Semoga bermanfaat.

Pic: ilustrasi

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here