Bantah Terlibat, Kivlan Zen dan FPI Senada Minta LBH dibubarkan

Sejumlah peserta seminar 65 yang ada dikantor bantuan hukum (LBH) Jakarta sempat menuding massa dari Front Pembela Islam (FPI) ikut aksi rusuh pada Senin (18/9) dini hari. Hal itu diketahui dari sejumlah orator yang ada.

Namun hal ini langsung dibantah oleh FPI. Kapitra Ampera selaku tim bantuan hukum FPI mengatakan, apa yang dituduhkan ke FPI itu tidak benar. “Enggak, enggak ada (ikut aksi),” kata dia kepada Jawapos, Selasa (19/9).

Menurut dia, yang dituduhkan itu hanya sepihak saja. Tanpa ada menanyakan dulu apakah massa itu benar-benar dari FPI atau klaim belaka. “Itu sepihak,” imbuhnya.

Sementara dikonfirmasi terpisah, slamet Maarif yang merupakan juru bicara FPI malah meminta LBH harus dibubarkan. “LBH harus dibubarkan, pengurus LBH yang harus ditangkap dan dipenjarakan dan melanggar TAP MPR nomor 25 tahun 1966,” ketusnya.

Bahkan kata dia, LBH juga telah melanggar KUHPidana yang ada. “Jangan main fitnah untuk menutupi pembelaannya kepada PKI (Partai Komunis Indonesia),” sambungnya.

Dia juga membantah bila FPI terlibat di aksi rusuh Senin dini hari tadi. “Itu massa adalah masyarakat yang anti-PKI, dan tidak ingin kembalinya PKI di Indonesia,” tegasnya.

Suasana pengepungan massa di Gedung YLBHI Jakarta

Sebelumnya gabungan ormas membubarkan Seminar 65 yang ada dikantor LBH Jakarta, Menteng. buntutnya, kericuhan pun terjadi dilokasi pada Senin (18/9) dini hari hingga menyebabkan sejumlah orang ditangkap.

Salah satu ormas yang terlibat rusuh itu adalah Front Pembela Islam (FPI). Hal ini dituturkan oleh Savic ali dari Komunitas Gusdurian yang juga hadir dalam acar seminar #Asik Asik aksi itu.

“Oratornya sendiri yang mengatakan dari atas mobil komando, ‘kami dari FPI, Bamus Betawi, dan Japar’. Saya punya kok videonya,” terang Savic.

Kival Zen

YLBHI juga menuding Kivlan Zen sebagai dalang rusuh itu. Menyikapi tudingan itu, Kivlan yang juga mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) ini akan melawan.

Purnawirawan Mayjen TNI itu bakal melaporkan YLBHI ke pihak kepolisian. “Nanti saya laporkan. YLBHI tidak benar menuduh saya sebagai dalang, sebagai aktor. saya tuntut dia,” kata Kivlan saat dihubungi, Selasa (19/9).

Dia mengaku tak terlibat dalam aksi penyerbuan ke gedung YLBHI. Pasalnya ketika itu, dia tidak berada di tempat kejadian perkara (TKP).

Selain itu, Kivlan juga meminta lembaga yang didirikan Mendiang Adnan Buyung Nasution tersebut dibubarkan. “saya tuntut itu YLBHI dan saya minta dibubarkan karena dia menghidupkan PKI,” cetusnya.

Menurutnya, YLBHI telah mendukung upaya kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) di Tanah Air. Hal itu dilihat dari diselenggarakannya diskusi sejarah tahun 1965/1966.

“Membangkitkan lagi PKI, seminar yang menyalahkan pemerintah Indonesia Orde Baru dan kemudian meminta mencabut TAP MPRS. Itukan berarti melanggar UUD,” tandasnya.

Diketahui, Ketua Advokasi YLBHI Muhammad Isnur menyebut Mayjen TNI Purn Kivlan Zen dan Anggota Presidium 313 Rahmat Himran ada di balik penyerangan Kantor LBH Jakarta oleh sekelompok massa pada malam tadi. Hal ini berdasarkan nama Kivlan dan Himran yang muncul di media sosial terkait aksi tersebut.

Baca juga : FPI, Bamus Betawi dan Bang Japar Terlibat Penyerangan YLBHI

Sumber berita Bantah Terlibat, Kivlan Zen dan FPI Senada Minta LBH dibubarkan : jawapos

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here