Loading...
Lifestyle

Basmi Bakteri Salmonella Typhii dengan Obat Tipes

Obat Tipes ; Demam, diare, muntah, mimisan, penurunan nafsu makan, sakit kepala dan kelelahan dengan intensitas yang parah menjadi ciri Anda menderita demam tifoid atau tipes yang diakibatkan kontaminasi bakteri Salmonella typhii. Lalu, apa obat yang efektif membunuh bakteri penyebab tipes ini?

Go Dok – Ketika tubuh tiba-tiba merasa demam, sakit perut, sakit kepala dan kelelahan dengan intensitas yang parah, kemungkinan besar Anda akan bingung apakah sedang terserang DBD atau tipus. Kemudian muncul gejala lainnya yang lebih parah seperti, diare, muntah, mimisan atau keluar darah pada feses, penurunan nafsu makan, pembengkakan pada hati, menggigil, hingga halusinasi, ada baiknya Anda segera menyiapkan obat tipes di rumah.

Ya, gejala di atas memang kerap timbul jika Anda terkena demam tifoid atau tipes akibat kontaminasi bakteri Salmonella typhii pada makanan dan minuman yang dikonsumsi. Gejala tipes biasanya akan hilang kurang dari 4 minggu jika melalui pengobatan yang tepat.

Pada dasarnya, pemberian antibiotik merupakan pengobatan bagi penderita tipes yang paling efektif karena terbukti dapat membunuh bakteri Salmonella typhii. Antibiotik dapat diberikan antara 7-14 hari selama pengobatan.

Meskipun kondisi penderita terus membaik dalam 3 hari, tetap berikan antibiotik untuk memastikan bakteri penyebab tipes ini benar-benar mati. Karena dalam kasus tertentu, bakteri Salmonella typhii dapat hidup bertahun-tahun dan menyebabkan penyakit datang kembali.

Sebagian besar obat tipes antibiotik harus menggunakan resep dokter, dan ikuti saran dan anjuran dosis yang ditentukan, termasuk memastikan mengonsumsi obat hingga benar-benar habis.

Sejumlah antibiotik yang dapat digunakan sebagai obat tipes, di antaranya:

Amoxcillin termasuk kategori antibiotik bersifat penicillin yang efektif menghentikan pertumbuhan bakteri penyebab infeksi. Obat tipes ini menjadi salah satu jenis antibiotik yang paling banyak digunakan untuk mengobati tipes, karena cepat diserap usus dan memiliki tingkat kambuh berkisar 4-8% saja.

Pasien bisa mendapatkan amoxcillin baik secara injeksi maupun diminum langsung dengan bentuk tablet. Namun perlu diingat, amoxicillin hanya menyembuhkan infeksi yang disebabkan bakteri bukan virus, ya.

Antibiotik ini merupakan salah satu antibiotik golongan sefalosporin yang bersifat bakterisid. Mekanisme kerjanya mirip dengan golongan penicillin, yaitu dengan cara menghambat sintesis dinding sel bakteri sehingga bakteri tidak dapat berkembang biak.

Antibiotik ini lebih efektif dalam melawan bakteri gram negatif seperti Salmonella typhi dan jenis Salmonella lainnya. Penggunaan antibiotik ini diberikan kepada pasien melalui injeksi langsung ke dalam otot atau pembuluh darah sesuai petunjuk dokter.

Antibiotik ini termasuk populer karena bersifat bakteriostatik dan bakterisid yang efektif menghambat sintesis protein dan menekan pertumbuuhan bakteri penyebab penyakit tipes. Penggunaan Chloramphenicol terbukti memberikan tingkat kesembuhan hingga 90% dengan potensi kambuh hanya 4% bagi para penderitanya.

Penggunaan antibiotik ini tidak disarankan jika dikonsumsi berbarengan dengan antibiotik lainnya, karena berpotensi menimbulkan efek resistensi obat yang di kemudian hari.

Obat ini merupakan kombinasi dari antibiotik Sulfamethoxazole yang bersifat bakteriostatik dan Trimethoprim yang berfungsi sebagai bakterisida. Kombinasi kedua antibiotik ini bekerja dengan cara menghambat sintesis asam dihidrofolik sehingga mampu mencegah dan menghambat pertumbuhan bakteri.

Antibiotik ini terbukti ampuh bagi penderita tipes karena dapat meredakan dan menyembuhkan berbagai infeksi lainnya, seperti infeksi saluran kemih dan infeksi pernapasan, dan pneumonia. Untuk hasil yang maksimal, minum obat ini selalu di waktu yang sama setiap hari.

Antibiotik golongan Quinolone ini bekerja efektif dalam mencegah dan menghentikan pertumbuhan bakteri, seperti Pseudomonas, Streptococci, MRSA, Staphylococcus epidermidis, dan tentunya Salmonella typhii penyebab penyakit tipes.

Antibiotik ini bekerja dengan cara menghambat enzim yang membentuk DNA sel pada bakteri, seperti topoisomerase tipe II (DNA Gyrase) dan topoisomerase IV. Penggunaannya sebagai obat tipes dilakukan selama 7-14 hari dan tetap dilanjutkan minimal 2 hari walaupun gejalanya telah hilang.

Itulah jenis obat tipes antibiotik yang biasa diberikan pada pasien tipes. Perlu diingat kalau tipes merupakan penyakit berbahaya yang sebaiknya ditangani langsung oleh dokter di rumah sakit, agar pasien bisa mendapatkan penanganan lebih lanjut jika kondisi semakin parah. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Merasa kesehatan Anda terganggung? Segera chat dokter untuk tanya jawab seputar permasalahan kesehatan Anda, langsung dari Smartphone. GRATIS! Download aplikasi Go Dok di sini.

TP/PJ/MA

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/typhoid-fever/diagnosis-treatment/drc-
20378665
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/29253266
https://www.webmd.com/drugs/condition-10-Typhoid
https://www.medicinenet.com/typhus/article.htm#

Loading...

About the author

Citra

You are what you read! Ungkapan itu membuat kami ingin menyajikan berita tulisan yang sesuai dengan jati diri Anda. Selamat membaca dan silahkan berkomentar...

Sampaikan Pendapat

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.