Loading...
Berita

Begini Kronologi Penganiayaan Menurut Irina Istri Hermansyah!

Pelaku Penusukan Hermansyah


Teuku Gandawan mengungkapkan kronologi terbaru terkait dengan peristiwa pembacokan kepada pakar IT, Hermansyah. Hal ini terkait dari penuturan yang telah diberikan Irina istri Hermansyah yang merupakan saksi mata kejadian.



Kronologi ini telah dibagikan Gandawan melalui pesan WhatsApp dengan judul yang diambil “Update Dugaan Kronologis v2 (sesuai Penuturan Irina pada 11 Juli 2017” hal itu dilalukan pada Jumat (14/7/2017).


Dalam pesan itu menyebukan, sekitar pukul 01.15 WIB, Irina bersama Hermansyah keluar dari rumah mereka dari Depok menuju ke Jakarta. Sekitar pada pukul 02.45-03.00 WIB, keduanya talah menuju ke arah Depok melewati tol Jagorawi.


Sekitar pukul 03.00-03.10 WIB, ada dua mobil ugal-ugalan dan menyerempet sisi kanan dari mobil yang di tumpangi Irana istri Hermansyah. Setelah dilakukan pengejaran dan akhirnya berhasil dihentikan, namun datang lagi mobil 3 dari arah belakang.

Baca Juga:  Faisal Assegaf Katakan PKS Terlibat dalam Bom Tiga Gereja di Surabaya

Menurut Irina istri Hermansyah, suaminya tidak menggubris kedatangan mobil 3 karena masih ada jalur sisi kiri yang kosong. Pada saat korban akan keluar dari mobil, dia sudah dikepung oleh 4-5 orang dari mobil 2 dan mobil 3.


Melihat adanya penyerangan kepada suaminya, Irina istri Hermansyah segera keluar dari mobil dan membawa payung untuk memberikan perlawan kepada para pelaku. Namun ada dua pelaku yang menghentikan aksinya dengan cara menjambaknya.


Pada saat bersamaan, datang mobil milik petugas Jasa Marga (mobil 4 dan mobil 5) yang telah berhenti di depan mobil 1. Melihat para petuga turun, mobil 2 dan mobil 3 lansung mencoba untuk melarikan diri ke arah selatan jalan tol (ke arah kawasana Cibubur).

Baca Juga:  Kisah Ladies Club Karaoke Diajak Merampok David

Pada saat mendapatkan pukulan dan tusukan, Hermansyah masih dapat berdiri dan duduk di kursi pengemudi. Pada saat Irina istri Hermansyah meminta tolong kepada para petugas Jasa Marga untuk membantu memindahkan ke kursi belakang, namun tidak ada satupun dari mereka yang bertindak.


Kemudian, perempuan ini membopong sendiri suaminya ke kursi belakang. Kemudian Irina Istri Hermansyah mengembil alih kemudi. Melihat kondisi suaminya yang semakin memburuk, dia memutuskan untuk membawanya ke RS Hermina Depok tanpa  dan membawa satu petugas Jasa Marga.

Loading...

About the author

Citra

You are what you read! Ungkapan itu membuat kami ingin menyajikan berita tulisan yang sesuai dengan jati diri Anda. Selamat membaca dan silahkan berkomentar...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.