Ketidakpuasan hubungan seksual sering menjadi alasan retaknya hubungan pria dan perempuan. Bagaimana cara mengatasinya?

Keharmonisan adalah dambaan setiap pasutri. Karena dalam keharmonisan tersebut akan terbentuk hubungan hangat antara suami dan istri. Banyak faktor yang bisa mempengaruhi keharmonisan hubungan pasutri. Salah satu faktornya adalah kehidupan seksual yang sehat.

Salah satu pengancam terbesar untuk kehidupan seksual sehat adalah ejakulasi prematur. Lebih dari 60 persen pria merasa terganggu dengan adanya ejakulasi prematur. Tak hanya kaum pria yang terganggu, pasangan perempuannya juga akan terganggu dengan hadirnya ejakulasi prematur.

Karena hal ini bisa membuat kegiatan seks menjadi terlalu singkat. Selain ejakulasi dini, ada sebagian pria yang merasa tak nyaman dengan ukuran Mr P miliknya. Yang akan kami bahas dibawah ini adalah beberapa alat bantu untuk menunda ejakulasi dini serta alat untuk memperbesar Mr P sendiri.

TEMPE Spray

TEMPE (Topical eutectic-like mixture for premature ejaculation) spray adalah sebuah produk yang bisa digunakan oleh pria untuk membantu mereka dalam masalah ejakulasi prematur. Spray yang memiliki kode PSD502 ini dibuat oleh Plethora Solutions. Peneliti dari Inggris dan Belanda sempat melakukan uji coba kepada 54 pria untuk mengetahui seberapa ampuhnya spray ini.

Dalam penelitian tersebut, para pria yang menggunakan spray ini saat berhubungan seks sukses menunda ejakulasi mereka selama kurang lebih empat menit. Bahan apa sih yang dikandung oleh spray? TEMPE spray ini memiliki kandungan 7,5 miligram lidocaine dan 2,5 miligram prilocaine. Baik lidocaine maupun prilocaine bisa dikelompokkan sebagai obat anestesi.

Selain menunda ejakulasi, TEMPE spray juga berhasil meningkatkan kontrol seorang pria terhadap ejakulasinya sendiri. Kedua hal ini membuat kepuasan seksual para pria yang terlibat dalam penelitian tersebut meningkat. Bagaimana cara menggunakan TEMPE spray ini.

Sesaat sebelum melakukan penetrasi ke dalam Miss V, semprotkan spray ini ke bagian luar Mr P. Jangan melakukan oral sex dengan kondisi Mr P sudah dibasahi oleh cairan dari spray ini.

Magic Tissue

Sekitar 20-30 persen pria menikah mengalami ejakulasi dini. Di antara mereka, sebagian tidak peduli dengan keadaan itu. Sebagian lain menyadari masalahnya, walaupun tidak segera berupaya mengatasinya. Sayangnya, setelah itu mereka tidak selalu berupaya dengan cara yang benar.

Banyak pria yang mengalami ejakulasi dini dan gangguan seksual lainnya melakukan upaya yang tidak benar secara ilmiah kedokteran. Salah satu produk yang sering diiklankan untuk mengatasi masalah ejakulasi prematur adalah tisu basah khusus, yang mengandung bahan pemati rasa. Kalau tisu tersebut dioleskan ke Mr P, maka ia akan menjadi mati rasa.

Sebagian orang yang menggunakan tisu basah khusus itu mengalami penundaan ejakulasi, sehingga kegiatan seksual dapat dilakukan lebih lama. Banyak juga yang tetap mengalami ejakulasi dalam waktu singkat. Sebagian lain merasa tidak nyaman karena merasa kebal, termasuk pihak wanita.

Tisu seperti ini takkan menimbulkan akibat buruk bagi kesehatan karena sifatnya hanya lokal di Mr P. Keluhan umum yang muncul karena pengguna merasa sensasi berhubungan seks menjadi berkurang, bahkan merasa kebas.

Cream Mr. P

Ada dua jenis krim atau salep untuk Mr P yang memiliki perbedaan fungsi. Yaitu untuk memperbesar ukuran Mr P dan yang lainnya lagi untuk menunda ejakulasi. Salep untuk menunda ejakulasi sebenarnya mengandung bahan-bahan yang sama seperti TEMPE spray.

Untuk penggunaanya, oleskan di kepala Mr P sepuluh menit sebelum bersenggama. Jangan lupa untuk bersihkan Mr P terlebih dahulu dengan dengan air, agar cream bisa meresap dengan maksimal. Oleskan pada bagian kepala penis dan daerah daerah sensitif Mr P. Cream ini juga tidak menimbulkan bekas atau noda, serta mudah di bersihkan bila sudah selesai berhubungan.

Sama halnya dengan spray, jangan melakukan oral sex setelah Anda mengoleskan salep tersebut pada Mr P. Selain menunda ejakulasi, beberapa produk salep juga memiliki khasiat tambahan. Yaitu, mencegah PMS (Penyakit Menular Seksual).

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here