penis

Sebuah penelitian terbaru mengungkap keterkaitan bentuk penis atau Mr P, dengan besarnya risiko kanker testis, kanker kulit dan kanker perut yang mungkin dialami. Hasilnya, penis yang melengkung atau dikenal dengan kondisi fibroses secara signifikan beresiko mengalami ketiga jenis kanker tersebut.

Walau disebutkan bahwa pria dengan usia di atas 40 yang lebih cenderung mengalami kondisi Mr P melengkung atau sakit Peyronie (fibroses), akan tetapi lebih baik jika semua pria mewaspadainya di usia berapapun.

Studi yang telah dipresentasikan di American Society for Reproductive Medicine tersebut mengungkap jumlah 40% risiko pria mengalami kanker testis dan perut, sementara untuk kanker kulit adalah sejumlah 29%.

Sebagai solusi dan pencegahan, ilmuwan memberi nasehat pada pria dengan Mr P melengkung untuk lebih mewaspadai setiap gejala sekecil apapun dan melakukan deteksi dini, agar memudahkan pengobatan.

Tak hanya itu, analisis genetika juga bisa diusahakan untuk melihat kemungkinan adanya gen yang diturunkan kepada anak keturunannya kelak.

Dr Alexander Pastuszak, salah seorang peneliti menyebut bahwa sebelumnya kondisi penis ini tidak banyak dianggap sebagai penyakit.

“Kami pikir hal ini penting karena seringkali kondisi penis melengkung diterima begitu saja,” kata Pastuszak seperti yang dikutip dari Mirror, Rabu (15/11/2017).

“Namun gangguan lainnya lah yang harus dipantau perkembangannya,” tambah dia lagi.

Kondisi melengkungnya penis atau Peyronie hingga kini belum diketahui penyebabnya. Masih butuh studi lebih jauh lagi terkait hubungannya dengan kanker yang bisa dialami. Namun sebagai pencegahan tak salah jika Anda berkonsultasi dengan dokter bahkan melakukan skrining sebagai bentuk antisipasi kanker.

Loading...

Sampaikan Pendapat