Beredar Foto Pria Mirip Azwar Anas Pangku Paha Mulus, Mahfud MD: Itu Biasa

Posted on


Mahfud MD mengaku cukup kaget tentang keputusan Azwar Anas untuk mundur dari Pilgub Jatim 2018.

“Mundurnya Azwar Anas ini memang mengagetkan juga bagi saya,” kata Mahfud MD saat ditemui di kantor Gubernur DIY, kompleks kepatihan Yogyakarta, Jumat (5/1/2018).

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut menganggap jika pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Azwar Anas adalah calon cagub dan cawagub yang memiliki kantong suara yang sama, yakni kantong nahdliyin di Tapal Kuda.

Mahfud menilai jika Gus Ipul dan Anas tidak memiliki suara di wilayah Mataraman, yaitu Surabaya ke barat, seperti Madiun, Bojonegoro, Ponorogo, Lamongan, dan Magetan, itu kosong untuk Gus Ipul dan Azwar Anas.

Oleh sebab itu, pria kelahiran Madura tersebut menilai jika Rismaharini bakal punya peluang mendampingi Gus Ipul guna meraih suara di daerah Matraman.

Baca Juga:  Keren! Jokowi Targetkan BBM Satu Harga di Seluruh Indonesia Akhir Tahun 2019

“Sehingga diperlukan yang agak merah nggak terlalu hijau. Nah itu kemudian perlu orang PDIP, maka dimunculkan nama Rismaharini. Menurut saya itu perhitungannya. Sementara Khofifah dari perhitungan politik, dia di Tapal Kuda kuat juga, sementara di Mataraman dia ada Emil Dardak yang kebetulan agak PDIP, tetapi dia berdarah nahdliyin juga. Nah, mungkin karena perhitungan itu lalu dimunculkan Rismaharini. Tapi saya ndak tahu apa betul itu,” kata Mahfud MD.

Sedangkan perihal isu yang berkaitan dengan beredarnya foto pria mirip Azwar Anas dengan seorang wanita, Mahfud menilai jika hal tersebut cukup lumrah bagi orang-orang yang mencalonkan diri di Pilkada. Ia juga menyatakan jika calon harus siap menerima hal-hal semacam itu.

“Siapa pun yang mau mencalonkan harus siap menghadapi itu. Kalau nggak soal wanita ya soal korupsi, soal apa lagi gitu. Itu biasa,” katanya.

Baca Juga:  Mampukah KPK Jemput Paksa Sjamsul Nursalim yang Mangkir 2 Kali ini?

Lebih lanjut, berdasarkan penilaian Mahfud, Pilgub Jatim yang diikuti oleh Gus Ipun dan Khofifah Indar Parawansa sudah cukup bagus. Ia mengatakan jika tidak perlu ada lagi calon lain. Pasalnya, calon lain itu lebih karena kepentingan politik partai yang belum menentukan pilihan calon yang bakal didukung, bukan lagi kepentingan rakyat Jatim.

“Tapi begini memang Jawa Timur itu agak panas. Saya sendiri sudah pernah dihubungi partai untuk maju. Tapi saya tidak mau,” kata Mahfud MD.

Secara terbuka Mahfud menyatakan jika PKS, PAN, dan Gerindra pernah menawarinya untuk maju di Pilkada Jatim namun ditolaknya. “Tapi saya sendiri menjawab tegas tidak mau,” ungkapnya.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.