Loading...
Berita

Betulkah Manusia Bisa Bertelur (2-Habis)

Akmal dan satu dari sembilan ‘telur’nya yang dikeluarkan dari dalam perutnya lewat saluran pembuangan (anus) pada 2015 lalu.

Akmal ternyata tak sendirian. Di dunia ini, sudah ada sejumlah orang yang dilaporkan mengalami kasus serupa dengan Akmal.


Dikutip dari Dailymail.co.uk, pada April 2015 silam atau dua bulan sebelum geger Akmal yang mengeluarkan sembilan butir telur dari perutnya, kasus serupa dialami seorang pria berusia 62 tahun di Inggris.


Bermula ketika pria itu mengeluh jika frekuensi buang air kecilnya tinggi. Dokter kemudian melakukan CT scan dan kemudian mengetahui penyebab pria Inggris itu sering buang air kecil. Ternyata ada sebuah ‘telur’ yang telah menekan kandung kemihnya.



Operasi dilakukan dan para dokter berhasil mengangkat sebuah ‘telur’ dengan berat 220 gram. Bentuk dan ukurannya kurang lebih mirip sebuah telur rebus. Menurut dokter, “telur” itu disebut “Peritoneal Loose Body“.


Selain di Inggris, kasus serupa juga terjadi di Korea Selatan. Seorang pria berusia 60 tahun mengeluhkan sakit pada bagian perut. Ketika menjalani laparoskopi (sebuah teknis medis untuk melihat bagian perut tanpa melakukan pembedahan besar), para dokter menemuan sebuah ‘telur’ berbentuk oval seperti telur ayam dan berwarna putih.

Baca Juga:  Usul Tak Bahas Anggaran KPK-Polri, PDIP Belum Bersikap

Para dokter Korea Selatan dari Departement of Surgery, Seoul Song Do Hospital, yang terdiri atas Haeng Ji Kang, Ji Young Yoon, Joung Teak Jang, dan Seo Gue Yoon, mencatatkan kasus ini dalam jurnal kedokteran dengan judul “Giant Peritoneal Loose Body in the Pelvic Cavity.”



Kasus ‘manusia bertelur’ pun dilaporkan pernah terjadi di Jepang ketika menimpa seorang pria berusia 79. Para dokter setempat juga menyebut kasus tersebut sebagai Peritoneal Loose Body dan menuliskannya dalam Japanese Journal of Oncology berjudul “A Case of Giant Peritoneal Loose Bodies Mimicking Calcified Leiomyoma Originating from the Rectum.”


Lalu, apakah benar-benar telur? Meski bentuk dan ukurannya mirip dengan telur ayam, para dokter memastikan bahwa benda tersebut bukan telur sungguhan. Para dokter menyebutnya sebagai Peritoneal Loose Body.


‘Telur’ itu terbentuk ketika kantung lemak yang terbungkus oleh membran usus terlepas dan membentuk gumpalan yang kemudian mengalami kalsifikasi atau pengapuran. Kalsifikasi sendiri terjadi akibat terakumulasinya garam kalsium di dalam jaringan tubuh.


Jadi, ‘telur’ tersebut bukan benar-benar telur yang memiliki cangkang, sebagaimana telur pada lazimnya.

Baca Juga:  Resmikan Yudhoyono Institute, AHY Minta Restu Presiden Jokowi!

Lalu, apa isi ‘telur’ tersebut? Setelah mengangkat ‘telur’ dari seorang pria berusia 62, para dokter di Inggris, pada April 2015, kemudian memotong-motong ‘telur’ tersebut sehingga menjadi irisan-irisan kecil.


Sebelum dipotong-potong, telur itu terlebih dahulu dicelupkan ke cairan berwarna hijau. Setelah dilakukan pemotongan dan diteliti, ‘telur’ itu terbentuk dari sejumlah lapisan protein.



Bagaimana dengan Akmal? Dokter Adriana Galla dari Rumah Sakit Umum Daerah Syekh Yusuf yang telah melakukan penelitian terhadap ‘telur’ Akmal pada 2015 lal menduga bahwa telur yang dikeluarkan Akmal sesungguhnya adalah hasil dari pengapuran atau kalsifikasi. Tak ubahnya Peritoneal Loose Body yang disebutkan para dokter di Inggris, Korea Selatan, dan Jepang.


Menariknya, ‘telur’ Akmal berjumlah lebih dari satu, tidak seperti tiga kasus Peritoneal Loose Body di Inggris, Korea Selatan, dan Jepang. Tak hanya satu, ‘telur’ Akmal bahkan berjumlah 11 (sembilan pada 2015 dan dua pada 2018).


Hal lainnya adalah ‘telur-telur’ Akmal bisa dikeluarkan lewat saluran pembuangan (anus) dan bukan lewat operasi.


Kasus Akmal, tentu akan menjadi kasus tersendiri dalam dunia kedokteran, yang perlu penelitian lebih mendalam. (Hasanuddin)

Loading...

About the author

Citra

You are what you read! Ungkapan itu membuat kami ingin menyajikan berita tulisan yang sesuai dengan jati diri Anda. Selamat membaca dan silahkan berkomentar...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.