Di internet sering kali muncul kutipan, “Good girls love Bad boys.” Yang tak habis pikir oleh penulis adalah apakah statement ini memang terbukti secara ilmiah dan ada data – data penelitian yang menunjukkan keabsahan dari perkataan ini. Dilansir dari sebuah artikel yang dirilis oleh The Guardian bertajuk “Sains belum membuktikan bahwa wanita cenderung memilih laki – laki nakal,” ada beberapa poin yang menjelaskan mengapa kutipan di awal kalimat tadi adalah sebuah mitos. Untuk mengobati rasa penasaran kamu, berikut alasan cewek suka bad boy itu lebih condong ke cerita rakyat semata, yang merupakan perpaduan dari pemikiran fiktif dan refleksi kehidupan nyata.


bad boy


Banyak orang yang salah persepsi mengenai konsep bad boy. Pria nakal adalah mereka yang senang mengeksplorasi, berjiwa petualang, bermental berani, dan independen. Banyak manusia zaman now yang menganggap laki – laki nakal adalah mereka yang merokok, rajin menenggak minuman beralkohol, pengangguran, suka memberontak (padahal memang mereka yang salah), dan hal – hal negatif lainnya. Konsepsi nakal yang seperti ini banyak dianut dan dilabel sebagai hal yang keren. Karena pada dasarnya setiap manusia punya keinginan untuk diakui, para wanita mengaggumi konsep laki – laki nakal yang dianggap keren, padahal hal – hal yang dilakukan tidak keren sama sekali. Bukan mendiskreditkan profesi preman pasar, tetapi jika memang definisi bad boy adalah demikian, mengapa para wanita tidak menggemari para jagoan di pasar tradisional tetapi malah suka sama artis Korea yang sebenarnya hidupnya disiplin?


bad boy


Masih berkaitan dengan poin sebelumnya. Konsep nakal yang dimaksud oleh para wanita adalah mereka yang terlihat nakal tapi mahal. Lihat saja sederet produk fashion streetwear yang compang camping, robek sana sini, tetapi dibanderol dengan harga jutaan rupiah. Jika laki – laki nakal menenggak minuman beralkohol murah di tepi jalan bukan di klub malam elit dengan minuman yang satu liternya mencapai harga jutaan rupiah, apakah kamu para wanita mau dengan mereka yang minum alkohol murah di trotoar?


Ya, kebiasaan merokok dan menenggak miras itu membutuhkan biaya. Harga rokok secara konsisten meninggi dan harga alkohol tidaklah murah akibat ketatnya peraturan peredaran dan pajak yang mahal. Jadi, persepsi inilah yang sebenarnya membuat wanita seolah – olah menyenangi laki – laki nakal. Kalau nakal dan kere, mana ada yang mau sama mereka, malah menjadi benalu ujung – ujungnya.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here