Agus Hermanto, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyebutkan jika rapat kerja nasional (rakernas) Partai Demokrat (PD) di Lombok, Nusa Tenggara Barat sudah memutuskan bahw partainya akan mengusung kader internal partai menjadi calon presiden atau wakil presiden di Pilpres 2019 nanti.

Dia menyebutkan jika sekarang banyak sekali kader-kader terutama anak muda Demokrat di seluruh Indonesia rata-rata menginginkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai next leader.

“Ini masih dorongan kader-kader di bawahnya,” kata Agus di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (27/7/2017) seperti yang diwartakan oleh Jpnn.com

Bahkan, dia menegaskan jika anak muda yang mendorong tidak hanya dari partai yang dipimpin oleh SBY itu. Melainkan juga banyak anak muda lainnya yang turut mendorong AHY untuk maju dan menjadi pemimpin masa depan.

“Banyak yang mengelukan, banyak yang mengharapkan. Beliau ini leader muda, gesit, dan andal,” papar Agus.

Dia juga menyebutkan jika fakta tersebut menjadi pembahasan dalam rapat-rapat di Majelis Tinggi PD. Sebab, yang menentukan semuanya, apakah AHY akan maju ataupun tidak adalah Majelis Tinggi. Bahkan, dalam menentukan calon presiden ataupun cawapres, anggota dewan Majelis Tinggi akan melakukan persidangan.

Politisi berusia 61 tahun ini juga mengatakan jika komunikasi dengan partai politik lainnya masih cair. Meskipun begitu, alumnus Institut Sains dan Teknologi Nasional ini menegaskan jika sampai saat ini Demokrat belum membicarakan masalah koalisi dengan siapapun.


“Karena UU (Pemilu) nya juga baru diketok. Ini juga masih ada yang mau uji materi,” katanya

Namun terendus kabar jika AHY ini akan dipasangkan dengan Prabowo Subianto. Tapi, beberapa waktu yang lalu Syarif Hasan, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat menyebutkan jika politik itu dinamis.

“Ya kami cocok dengan siapa saja, tapi lihat nanti chemistry-nya dengan siapa,” kata Syarif di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (25/7).

Saat disinggung lagi mengenai AHY dan Prabowo, Syarif menjawabnya dengan diplomatis.

“Lah, kok jauh banget. Kan masih jauh kan (pilpres)? Ya kita lihat saja nanti, masih terlalu dini kita berbicara capres,” kata Syarif.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here