Di Singapura, Ranpur Cadilage Cage dan Rudal RBS-70 Justru Dioperasikan Angkatan Udara

Posted on

Dalam jagad pecinta alutsista, nama rudal MANPADS (Man Portable Air Defence System) RBS-70 dan ranpur Cadilage Cage V-150, tentu sudah tak asing lagi. Kedua alutsista tersebut menjadi milik TNI AD dan dioperasikan oleh dua kesatuan yang berbeda. RBS-70 menjadi etalase senjata di Artileri Pertahanan Udara Ringan (Arhanudri) Kostrad, sementara panser V-150 sudah sejak lama menjadi identitas Batalyon Kavaleri 7 Pragosa Satya, Kodam Jaya. Tapi lain ladang lain ilalang, di Singapura justru kedua alutsista tersebut adalah milik Angkatan Udara (RSAF).

Baca juga: 40 Tahun RBS-70 – Eksistensi Pelopor MANPADS dengan Platform Tripod

Persisnya militer Singapura menggunakan Cadilage Cage V-200, yakni varian dari V-150 yang khusus dijual ke Singapura. Desain dan ukurannya identik dengan V-150 TNI AD, meski body ranpur Singapura jika diperhatikan sedikit lebih gemuk. Oleh RSAF, V-200 dipercaya sebagai salah satu elemen Arhanud (Singapore Air Defense Artillery), dengan dipasangi sistem peluncur rudal Saab RBS-70. Disatukan dalam Skadron 165, setidaknya ada 50 unit V-200 berpeluncur RBS-70 yang kini siap memagari ruang udara Singapura, bersanding dengan elemen Arhanud kelas berat, seperti rudal Spyder dan Hawk.

Baca Juga:  Kompi Zeni TNI di Afrika Tengah Clearing Lahan Camp Kontingen Burundi

Nah, di ajang Singapore AirShow 2018, Cadilage Cage V-200 dengan RBS-70 ikut dipamerkan oleh RSAF. Dimana pengunjung diperbolehkan untuk naik ke atas ranpur dan melihat peluncur RBS-70 dari dekat. Desain V-200 untuk RBS-70, sedikit mirip dengan V-150 versi mortir yang digunakan Yon Kavaleri 7, dimana kompartemen utama dapat difungsikan sebagai dudukan bagi peluncur dan penyimpanan munisi dan logistik.

Baca juga: V-150 Tersengat Ranjau di Marawi, Ingatkan Kejadian Konga XII D di Kamboja

Walau bukan alutsista baru, V-200 telah mendapatkan upgrade dari ST Kinetics pada 2002, yaitu dengan mengganti mesin dan sistem transmisi. Sebagai bekal pertahanan, ranpur ini dilengkapi dua pucuk senapan mesin FN MAG GPMG 7,62 mm, masing-masing pada bagian depan dan belakang. Sementara untuk RBS-70-nya tidak ada yang nampak berbeda dari kepunyaan TNI AD. Dari segi efektivitas, rasanya integrasi dua sistem senjata ini patut mendapat acungan jempol. (Haryo Adjie)

Baca Juga:  Jet Tempur TNI AU Jajal BLA-25: Bom Latih Asap dengan Ukuran Mungil

Sumber: Indomiliter.com
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.