Kebiasaan kita dalam membuat lelucon terkadang membuat kita lupa mana yang masih berada di batas wajar. Apalagi bila sudah bergabung dengan teman-teman sepermainan, rasanya keinginan untuk membuat lelucon supaya suasana semakin ‘seru’pun bertambah. Jadi, apa saja ya perilaku-perilaku yang dianggap biasa, tapi sebetulnya termasuk ke dalam pelecehan? Coba ingat-ingat lagi, pernahkah kamu melakukan perilaku-perilaku di bawah ini? Mungkin dianggap biasa, tapi 4 perilaku ini termasuk pelecehan, lho!

Pernah mendengar mengenai istilah catcalling? Yap, catcalling adalah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan seseorang yang menggoda orang lain dengan mengutarakan kalimat-kalimat yang tidak senonoh. Biasanya, istilah ini digunakan bagi para pria yang gemar menggoda perempuan yang lewat di jalanan. Di Indonesia, kegiatan ini sering sekali terjadi. Coba tanyakan kepada seorang perempuan yang gemar jogging  di pinggir jalanan, mungkin setidaknya mereka pernah sekali mengalaminya. Guys, FYI, semua perempuan pasti mau diperlakukan dengan sopan. Jadi kalau memang kamu tertarik dengannya, mungkin bisa diajak kenalan secara proper?

Menyentuh atau mencolek bagian tubuh lawan jenis mungkin bisa dianggap sebagai sebuah pelecehan bagi orang tersebut, apalagi kalau dilakukan secara sengaja. Mungkin hal ini dianggap biasa, atau hanya sebagai lelucon. Namun, pernahkan kamu memikirkan personal space tiap orang yang berbeda? Sentuhan-sentuhan fisik seperti itu bisa saja membuat mereka merasa tidak nyaman.

Pernahkah kamu melontarkan lelucon yang berhubungan dengan bagian tubuh seseorang, atau bahkan ajakan seks? Mungkin hal tersebut juga tidak terlihat sebagai sebuah pelecehan karena tidak melibatkan sentuhan fisik. Tapi ingat, perkataanmu bisa lebih jauh menyakiti hati orang lain dibanding sesuatu yang berbau fisik. Pelecehan verbal bisa sangat mempengaruhi mental seseorang yang dijadikan sebagai target leluconnya. Maka dari itu mulai dari sekarang, perhatikan kembali kata-kata lelucon yang kamu gunakan, ya!

Bagaimana Mengakhiri Hubungan Bertahun-tahun, Tapi Tidak Ke Mana-Mana?

Penyebaran foto atau bentuk dokumentasi apapun yang melibatkan orang lain di dalamnya sering dijadikan sebagai lelucon di dalam berbagai konteks. Padahal, belum tentu orang yang terpampang di foto tersebut telah memberikan izin untuk disebar. Pada konteks terparahnya, dokumentasi tersebut bisa saja dijadikan sebagai lelucon yang berhubungan dengan sesuatu yang tidak senonoh. Bayangkan, sekali kamu menekan tombol post, mungkin kamu sudah tidak dapat menariknya kembali. Bisa saja dokumentasi tersebut sudah tersebar entah ke mana, sehingga kamu akan terus-terusan mempermalukan orang yang bersangkutan.

Perempuan Lulusan Ini Paling Cocok Dijadikan Istri!

Butuh info lainnya? Langsung aja dapetin Video petunjuknya dari aplikasi POPULAR Now yang bisa langsung diunduh di Google Playstore dan iOS Store.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here