Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan kalau pihak mereka sudah melakukan pencegahah terhadap istri Setya Novanto, Deisti Astriani Tagor. Dicekalnya Deisti lantaran karena adanya penyidikan terhadap kasus e-KTP.

“KPK telah mengirimkan surat ke Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM untuk pencegahan ke luar negeri terhadap Deisti Astriani Tagor dalam proses penyidikan e-KTP dengan tersangka ASS,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah ketika dikonfirmasi, Jakarta, Kamis (23/11/2017) seperti dikutip dari Liputan6.com.

Dia juga menjelaskan tentang jangka waktu pencekalan untuk Deisti ini. Menurut dia, pencegahan yang dilakukan terhadap istri Setya Novanto ini berlaku dalam jangka waktu lamanya hingga 6 bulan ke depan, terhitung sejak 21 Oktober 2017.

Dia pun menambahkan tentang kebutuhan penyidik dalam menelusuri kasus ini. Menurutnya, penyidik masih membutuhkan keterangan Deisti sebagai saksi pada kasus e-KTP. “Agar saat dibutuhkan keterangannya tidak sedang berada di luar negeri,” kata Febri.

Sementara, soal surat yang dikeluarkan dari KPK dinyatakan sudah diterima pada 21 November 2017 oleh Kepala Bagian Humas Ditjen Imigrasi Agung Sampurno. Sejak saat itu juga, istri Setya Novanto dicekal oleh Ditjen Imigrasi.

“21 November ada surat perintah pencegahan dari KPK atas nama ibu Deisti Astriani Tagor, istri Setya Novanto untuk dilakukan pencegahan agar tidak berpergian ke luar negeri,” kata Agung terkait pencegahan ini saat memberikan keterangan di PTUN, Jakarta, Kamis (23/11/2017).

Sejak hari itu pula, menurut penuturannya, surat tersebut diedarkan ke seluruh pintu masuk dan juga pintu keluar bagian imigrasi yang ada di bandara, terkait pencekalan istri Setya Novanto, Deisti. “Termasuk paspor. Nanti ada surat keputusan ada juga surat penarikan terhadap dokumen dari imigrasi,” ujar Agung.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here