Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah sebelumnya terlibat silang pendapat dengan Tsamara Amany, mahasiswa tingkat empat dari Universitas Indonesia yang juga aktif di dunia politik.

Keduanya terlibat adu pendapat di twitter. Bahkan Tsamara melayangkan tantangannya untuk melakukan debat terbuka.

“Saya sih sudah mengiyakan (soal debat), tapi cuma Pak Fahri Hamzah tidak menanggapi sampai saat ini. Waktu itu dia bilang, datang saja ke DPR. Saya mau menegaskan, ini bukan isu saya sendiri, ini isu masyarakat Indonesia,” papar Tsamara dalam diskusi yang berlangsung di kantor Indonesia Corruption Watch (ICW) di jalan Kalibata Timur pada Selasa (11/7/2017), seperti yang diberitakan oleh detik.com

Tsamara sebelumnya juga dikenal publik sebagai salah satu pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada Pilkada DKI Jakarta yang lalu. Seruan-seruannya memang terlihat berseberangan dengan Fahri Hamzah.

Fahri sendiri mengaku tidak tersinggung dengan apa yang dilakukan Tsamara. Sebaliknya, ia bahkan melemparkan pujian kepada politisi muda tersebut.

“Saya tidak tersinggung, saya tidak pernah tersinggung orangnya,” ujar Fahri di gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (13/7/2017), dikutip dari tribunnews.com.

Ia juga berpendapat jika Tsamara punya peluang besar di dunia politik nasional. Sebab, menurut Fahri, Tsamara punya kemampuan yang baik dalam memaparkan pendapatnya.

“Anak muda yang bagus, punya perhatian pada politik bagus. Tingkatkan kemampuan berpolitik mempertajam analisa nalar,” ujar Fahri.

Fahri juga mendoakan agar Tsamara punya masa depan yang baik di dunia politik. “Mudah-mudahan dia bisa jadi politisi besar,” kata Fahri.

Salah satu hal yang memicu perseteruan Tsamara dan Fahri adalah perihal Hak Angket terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Selain itu, Tsamara juga merasa tak nyaman dengan pernyataan Fahri mengenai partainya, Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here