Anas Urbaningrum, mantan Ketua Umum Partai Demokrat membantah keras jika dirinya pernah menerima uang hasil korupsi proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) yang merugikan negara sebesar Rp 2,3 triliun. Oleh sebab itulah, Anas menyebutkan apa yang disampaikan oleh Muhammad Nazaruddin, mantan bendahara umumnya adalah omongan fitnah belaka.

Hal tersebut diungkapkan oleh Anas karena Ketua Umum Majelis Hakim John Halasan Butar Butar berkali-kali memastiakn kepadanya terkait penerimaan uang e-KTP yang masuk ke kantong pribadinya.

“Itu fitnah yang sangat jorok dari orang yang dilatih untuk memfitnah saya,” tegas Anas saat bersaksi untuk terdakwa proyek e-KTP Andi Agustinus alias Andi Narogong di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kemayoran, Jakarta, Kamis (23/11/2017), seperti yang diwartakan oleh Jawapos.com

Sebelumnya, Nazaruddin menyebutkan Anas termasuk salah satu orang yang menerima uang proyek e-KTP. Bahkan, uang itu papar Nazarudin digunakan untuk pemenangan Anas dalam kongres Partai Demokrat di tahun 2010 yang lalu.

“Itu fitnah yang jorok. Pembiayaan kongres dibiayai oleh panitia dari partai. Sebagian lagi dibiayai oleh tim relawan masing-masing,” jelas Anas.

Meskipun demikian, dia tidak menampik jika Nazaruddin adalah tim relawannya ketika menjelang kongres yang dimaksud. Tetapi, Anies berdalih tak pernah tahu menahu uang yang dibawa relawannya itu merupakan uang legal atau hasil tindak pidana.

“Tapi belakangan saya tahu bahwa Nazar adalah relawan dari dua kandidat lainnya juga,” pungkas Anas.

Dan karena lelah terus menerus difitnah, Anas Urbaningrum dalam berita acara pemeriksaanya di KPK meminta kepada siapapun yang menuduh dirinya untuk melakukan sumpah kutukan atau mubahalah demi tegaknya dunia dan akhirat.

“Karena itu, jika berkenan siapapun yang menuduh itu atau yang menggunakan keterangan dia itu, di dalam proses ini, saya minta untuk sumpah dalam keyakinan saya sumpah kutukan, sumpah mubahallah,” kata Anas Urbaningrum saat dikonfirmasi oleh hakim anggota Emilia Djaja Subagja di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (23/11/2017), dilansir dari Tribunnews.com

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here