Loading...
Scandal

Dokter Medika Permata Hijau Jadi Tersangka Gara-Gara Diduga Lindungi Setnov

(function ($) {var bsaProContainer = $(‘.bsaProContainer-29’);var number_show_ads = “0”;var number_hide_ads = “0”;if ( number_show_ads > 0 ) {setTimeout(function () { bsaProContainer.fadeIn(); }, number_show_ads * 1000);}if ( number_hide_ads > 0 ) {setTimeout(function () { bsaProContainer.fadeOut(); }, number_hide_ads * 1000);}})(jQuery);

SURATKABAR.ID – Dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, terkait dugaan menghalangi proses hukum perkara e-KTP yang menyandung mantan Ketus DPR Setya Novanto. “Sudah naik sidik (penyidikan). Ada dokter juga (menjadi tersangka),” kata seorang sumber penegak hukum di KPK, Rabu (10/1), dilansir dari CNNIndonesia.com.

Hal tersebut mengonfirmasi keterangan dari kuasa hukum Fredrich Yunadi, Sapriyanto Refa, terkait penetapan tersangka kliennya bersamaan dengan dokter di RS Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo. Fredrich diketahui adalah mantan kuasa hukum Setnov dalam penanganan kasus e-KTP.

“Iya dokter Bimanesh. Jadi dia (Fredrich) bersama-sama dengan dokter Bimanesh melakukan tindak pidana mencegah, merintangi, dan menggagalkan penyidikan tindak pidana korupsi,” kata Sapriyanto, dikutip dari CNNIndonesia.com.

Baca juga: Sosok Pria Ini Diduga Orang Ketiga dalam Keretakan Rumah Tangga Ahok-Veronica Tan

Refa menyampaikan bahwa Fredrich dan Bimanesh disangkakan melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Selain itu, pihaknya pun telah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari KPK Selasa (9/1) sore. Surat itu juga diterima langsung oleh Fredrich.

“Kemarin sore, Pak Fredrich telah menerima surat (SPDP), sudah terima. Jadi, Pak Fredrich telah ditetapkan sebagai tersangka,” katanya. KPK kini tengah mengusut dugaan tentang menghalangi proses penyidikan kasus e-KTP di mana kasus ini menjerat Setnov.

Terkait persoalan itu, salah satu hal yang terjadi ialah hilangnya Setnov ketika penyidik KPK akan menangkapnya di kediamannya pada 15 November 2017 malam. Saat rumah Setnov didatangi oleh penyidik KPK, terlihat Fredrich menemui penyidik.

Baca juga: Pelajar Unggah Foto Tak Senonoh Bareng Kekasih di Facebook, Alasannya Bikin Tepok Jidat

(function ($) {var bsaProContainer = $(‘.bsaProContainer-7’);var number_show_ads = “0”;var number_hide_ads = “0”;if ( number_show_ads > 0 ) {setTimeout(function () { bsaProContainer.fadeIn(); }, number_show_ads * 1000);}if ( number_hide_ads > 0 ) {setTimeout(function () { bsaProContainer.fadeOut(); }, number_hide_ads * 1000);}})(jQuery);

Setelah hampir seharian menghilang, Setnov tiba-tiba dilaporkan mengalami kecelakaan mobil di kawasan Permata Hijau, mobil tersebut saat itu dikendarai oleh Hilman Mattauch. Setnov pun dibawa ke RS Medika Permata Hijau pada 16 November 2017 dengan didampingi oleh Fredrich.

Usai mengalami kecelakaan mobil, Setnov sempat menjalani perawatan di RS Medika Permata Hijau. Bimanesh Sutarjo adalah yang secara langsung menangani mantan Ketua Umum Partai Golkar tersebut kala itu.

Diketahui lulusan Universitas Indonesia ini adalah dokter spesialis penyakit dalam, konsultasi ginjal dan hipertensi.

Loading...

About the author

Citra

You are what you read! Ungkapan itu membuat kami ingin menyajikan berita tulisan yang sesuai dengan jati diri Anda. Selamat membaca dan silahkan berkomentar...

Sampaikan Pendapat

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.