DPR Gelar rapat Pimpinan Usai Setya Novanto Ditetapkan jadi Tersangka!

Posted on

Fahri Hamzah, Fadli Zon dan Setya Novanto


Ketua DPR, Setya Novanto sudah ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi E-KTP oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dengan adanya penetapan tersebut, DPR akan menggelar rapat pemimpin (rapin) pada siang ini.


Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, menyatakan kalau kaputusan terkait dengan status Setya Novanto ini akan ditetapkan berdasarkan kelembagaan. Ada tim yang sudah dibentuk oleh DPR bekerja melakukan pengkajian kepada status Novanto dan dampaknya kepada DPR.


“Kami sudah minta biro hukum dan kajian tentang ketentuan dalam UU MD3. Secara umum, kalau baca, memang tidak ada yang signifikan mengubah komposisi dan posisi kepemimpinan yang ada,” kata Fahri di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (18/7/2017).

Baca Juga:  Terungkap, Ternyata Ini Donatur Habib Rizieq Shihab Selama ‘Menghilang’ di Arab Saudi!

Rapat terkait dengan hal tersebut akan segera dilakukan oleh jajaran DPR setelah adanya rapat paripurna yang diselenggarakan pagi ini. Setelah itu, akan ada sesi konferensi pers terkait dengan Ketua DPR tersebut.


“Kita akan kumpul dan rapim dulu, ngobrol dan konferensi pers supaya clear,” tegasnya.


Sedangkan, wakil Katua DPR, Agus Hermanto, membenarkan adanya ucapan dari Fahri Hamzah. Status Setya Novanto yang sudah disematkan oleh KPK merupakan isu khusus yang harus menjadi pembahasan dalam tingkat pimpinan DPR.


“Setelah rapur (rapat paripurna) nanti ada rapat membahas isu khusus berkenaan status Pak Setnov yang ditetapkan KPK sebagai posisi tersangka,” ujar Agus.


Sebelum adanya penetapan tersangka ini, jaksa KPK telah menyakini kalau ada peran dari Setya Novanto dalam kasus E-KTP. Jaksa menduga dalam tidak pidana korupsi yang merugikan uang negara hingga Rp 2,3 triliun ini dilakukan bersama-sama dengan Ketua Umum Partai Golkar itu.

Baca Juga:  Berantas Konten Negatif, FB Ternyata Punya Fitur Khusus untuk Pengguna di Indonesia!

Terkait dengan hal ini telah dijelaskan oleh KPK pada saat sidang pembacaan surat tuntutan kepada dua terdakwa, yaitu mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri, Irman dan Sugiharto, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (22/6/17).


“Telah terjadi kerja sama yang erat dan sadar yang dilakukan para terdakwa dengan Setya Novanto, Diah Anggraini, Drajat Wisnu, Isnu Edhi dan Andi Agustinus alias Andi Narogong,” tutur jaksa KPK Mufti Nur Irawan pada saat membacakan surat tuntutan.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.