(function ($) {var bsaProContainer = $(‘.bsaProContainer-29’);var number_show_ads = “0”;var number_hide_ads = “0”;if ( number_show_ads > 0 ) {setTimeout(function () { bsaProContainer.fadeIn(); }, number_show_ads * 1000);}if ( number_hide_ads > 0 ) {setTimeout(function () { bsaProContainer.fadeOut(); }, number_hide_ads * 1000);}})(jQuery);

SURATKABAR.ID – Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak telah memutuskan untuk mendampingi Khofifah Indra Parawansa dan maju dalam bursa pemilihan Gubernur Jawa Timur.

Terkait keputusan Emil ini, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyampaikan permintaan maaf secara resmi pada masyarakat Trenggalek.

Dalam permintaan maaf yang disampaikan terbuka itu, terdapat 14 poin pernyataan sikap PDIP. Permintaan maaf ini disampaikan oleh DPC ataupun DPD PDIP Trenggalek, Rabu (22/11/2017) pagi.

“Ini menjadi pernyataan sikap resmi kami (PDIP) menyikapi semakin kencangnya pemberitaan media massa terhadap Bupati Trenggalek Emil Dardak dalam pusaran Pilkada Jawa Timur, beberapa hari terakhir,” ujar Doding Rahmadi selaku Ketua DPC PDIP Trenggalek, dilansir republika.co.id.

Baca juga: Polri Hentikan Kasus Viktor Laiskodat, Begini Sindiran Menohok Gerindra

Doding melanjutkan, Emil dikabarkan telah resmi ditetapkan sebagai calon wakil gubernur Jawa Timur untuk mendampingi calon gubernur Khofifah.

Terkait hal ini, DPC PDIP Trenggalek selaku pengusung pasangan Emil Dardak-Mochamad Nur Arifin dalam Pilkada Trenggalek 2015 menyampaikan permintaan maaf sekaligus 14 poin pernyataan sikap.

Pertama, soal upaya menjaga keutuhan pasangan Emil-Arifin, seperti harapan rakyat Trenggalek. Menurut Doding, hubungan PDIP Trenggalek dan Emil berlangsung baik.

Kedua, jika Emil memutuskan maju dalam Pildakada Jawa Timur 2018, PDIP tak memiliki kuasa karena tak pernah diajak bicara dan tak bisa pula mencegah.

(function ($) {var bsaProContainer = $(‘.bsaProContainer-7’);var number_show_ads = “0”;var number_hide_ads = “0”;if ( number_show_ads > 0 ) {setTimeout(function () { bsaProContainer.fadeIn(); }, number_show_ads * 1000);}if ( number_hide_ads > 0 ) {setTimeout(function () { bsaProContainer.fadeOut(); }, number_hide_ads * 1000);}})(jQuery);

Ketiga, Emil dan Arifin merupakan harapan baru bari rakyat yang mencerminkan pemimpin terdidik dan punya komitmen untuk membenahi situasi Trenggalek.

Keempat, dalam Pilkada Trenggalek 2015, pasangan Emil-Arifin meraih suara 76,28 persen suara yang menunjukkan besarnya harapan rakyat Trenggalek.

Baca juga: Pertahankan Setnov jadi Ketum, Golkar Klaim Itu Hasil Mempertimbangkan Hati Nurani Publik

Kelima, pada pundak keduanya, warga berharap Trenggalek bisa lebih maju dan lebih baik dengan pembenahan serta perbaikan yang ada. Hal ini merupakan mandat yang diberikan.

Keenam, sebagai gambaran, akhir 2015 silam kemiskinan di Trenggalek mencapai 267,274 jiwa. Awal 2016, setelah Emil dan Arifin dilantik, angka ini meningkat menjadi 276.792 jiwa.

Ketujuh, diduga kala itu, 38 persen penduduk hidup dalam kondisi pas-pasan dan membutuhkan banyak kebijakan pemerintah. Hal ini belum termasuk pembenahan infrastruktur, perbaikan ekonomi, serta pendidikan dan kesehatan yang menantang kerja keras dari apsangan ini.

Delapan, Trenggalek dengan kondisinya ini menantang kerja keras untuk menyelesaikan mandat jabatan dan mewujudkan janji kampanye untuk kondisi yang lebih baik.

Sembilan, dibandingkan dengan daerah lain seperti Kota Surabaya, betapa warganya sangat beruntung karena memiliki pemimpin yang berhati baja. Wali Kota Tri Rismaharani diketahui dengan tegas menolak dicalonkan dalam Pilkada DKI ataupun Pilkada Jawa Timur.

Sepuluh, diduga Trenggalek yang mayoritas warganya hidup dari pertanian dan kemiskinan tinggi tak menantang bagi Emil, sehingga mengambil pilihan politik berbeda di tengah jalan. Bukankah Pilkada Jawa Timur menjadi tangga untuk kenaikan karier pemerintahan?

Baca juga: Terbongkar! Fahri Sebut Setnov 2 Kali Bertemu Jokowi, Bahas Apa

Sebelas, sebagai parpol pengusung, PDIPD meminta maaf pada rakyat Trenggalek jika pilihan politik Emil mencederai mandat yang diberikan.

Dua belas, PDIP berharap Wakil Bupati Arifin tetap semangat dan bekerja keras menyelesaikan mandat dan janji kampanye. Terlebih, setelah Emil cuti untuk mengikuti Pilkada Jawa Timur.

Tiga belas, Arifin diharapkan tetap semangat dan istiqomah menemui rakyat di pelosok desa, menginap di rumah penduduk, mendengar suara mereka, serta menangis dan tertawa bersama rakyat, seperti pesan Megawati Soekarnoputri.

Empat belas, PDIP Trenggalek dengan segala daya dan upaya akan terus bekerja untuk kepentingan rakyat, termasuk menyelesaikan janji kampanye hingga akhir masa jabatan.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here