Valentino Rossi Harusnya Tutup Mulut, Bukan Provokasi Marc Marquez! 2

Flavio Fratesi, wakil presiden klub penggemar resmi Valentino Rossi menegaskan, siulan dan cemoohan terhadap Marc Marquez harus dihentikan. Kejadian kala Marquez justru ‘diejek’ ketika berdiri di panggung merayakan kemenangan di GP San Marino pada Minggu (10/9) tak boleh terulang lagi.

Efek perseteruan Valentino Rossi vs Marc Marquez pada MotoGP 2015 masih terasa hingga hampir dua tahun. Tidak sedikit fans The Doctor yang yakin, kegagalan jagoan mereka menjadi juara tahun tersebut, terjadi karena konspirasi yang melibatkan Marquez dengan sesama pebalap Spanyol, Jorge Lorenzo.

Hampir dua pekan lalu, terjadi insiden di GP San Marino. Ketika itu Marc Marquez terjatuh dalam sesi pemanasan jelang balapan. Bukannya mendapatkan simpati, justru Baby Alien disoraki oleh sebagian penggemar MotoGP di sirkuit Misano, yang diduga merupakan fans Valentino Rossi.

Kejadian berikutnya adalah ketika Marc Marquez dipanggil untuk memasuki panggung sebagai juara pertama balapan. Fans yang sebelumnya riuh menyambut Andrea Dovizioso dan Danilo Petrucci –dua pebalap lain yang meraih podium–, berbalik menyiuli Marquez, tanda tidak suka.

Bos Yamaha Valentino Rossi Harusnya Tutup Mulut, Bukan Provokasi Marc Marquez!

Hal ini membuat Marc Marquez terluka. Ia mengaku sedih, dan berharap fansnya tidak berbuat hal sama kepada siapapun pebalap yang memenangi lomba. Dan kini, Flavio Fratesi, wakil presiden klub penggemar resmi Valentino Rossi, mengungkapkan kalimat senada.

Dikutip dari detiksport, Fratesi menuturkan, “Ada 20 ribu dari kami, kelompok penggemar Rossi, di grandstand (Misano). (Jumlah penggemar ini) Sudah seperti (penggemar di) stadion sepakbola. Di antara orang-orang ini, ada segelintir yang tak punya semangat olahraga. Mereka minoritas, tapi kami tak bisa mengendalikan semuanya. Mustahil.”

“Saya ingin mengingatkan kembali, bahwa kita harus menghormati semua orang, semua pebalap sama pentingnya. Orang-orang ini (suporter yang menyiuli Marquez) bukan cuma tak pantas masuk kelompok suporter. Mereka juga tak layak dianggap sebagai penggemar olahraga balap otomotif.”

“Semua rider penting. Dan mereka semua harus memperoleh aplaus. Kami sangat menyesal dengan yang terjadi di Misano. Hal semacam itu harusnya tak pernah terjadi. Hal semacam itu tidak hanya terjadi di Italia, ini juga terjadi di Spanyol ketika Marquez juga dicemooh.”

Flavio Fratesi juga menegaskan, baginya yang terpenting adalah sportivitas yang ditegakkan. Oleh karenanya, jika pemenang lomba adalah Marc Marquez, maka siapapun harus memberikan penghormatan yang layak.

“Tidaklah baik mendengar siulan (cemooh) di akhir balapan. Saya sendiri memberi aplaus untukMarquez, yang tidak pantas mendapatkan cemoohan.”

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here