Timnas Indonesia Febri Hariyadi Myanmar

Timnas Indonesia U22 dipastikan gagal lolos ke putaran final Piala Asia U-23 2018 di Cina tahun depan. Meskipun sangat kecewa dengan kegagalan ini, namun winger lincah Timnas U22, Febri Hariyadi, tetap legowo. Setidaknya ia dapat belajar dan memperoleh pengalaman berharga dari tiga laga yang telah dijalani di Kualifikasi Piala Asia U-23 2018 Grup H yang digelar di Thailand.

“Hasil kurang memuaskan. Sebagai pemain kami sudah berusaha semaksimal mungkin selama 90 menit di lapangan,” kata Febri Hariyadi usai laga terakhir Grup H antara Indonesia vs Thailand yang berakhir dengan skor imbang tanpa gol.

“Tapi hasil tidak memuaskan, mudah-mudahan kami dapat pembelajaran dari ini. Kondisi lapangan seperti ini membuat kami sebagai pemain kesulitan,” lanjut pemain muda Persib Bandung ini.

Kondisi rumput lapangan Stadion Nasional Bangkok dalam pertandingan tersebut memang buruk setelah diguyur hujan deras. Tak hanya Febri Hariyadi, pelatih dari masing-masing tim pun mengeluhkan hal serupa.

“Kami memahami cara bermain Thailand, tapi ketika masuk lapangan justru kondisi lapangan yang membuat semua menjadi sangat sulit. Pemain harus bekerja keras untuk bermain di lapangan dengan kondisi seperti itu,” keluh pelatih Timnas Indonesia U22, Luis Milla.

Demikian pula dengan pelatih Thailand U22, Worrawoot Srimaka. “Bisa dibilang pertandingan hari ini tidak sesuai harapan karena kondisi lapangan,” sebut mantan bomber andalan tim nasional Thailand ini.

Hasil akhir klasemen Grup H menempatkan Malaysia di posisi teratas dan berhak lolos ke putaran final Piala Asia U-23 2018 tahun depan di Cina. Sedangkan Thailand juga bisa lolos jika terpilih sebagai runner up terbaik. Adapun Timnas Indonesia U22 dipastikan gagal melaju karena hanya finish di urutan 3.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here