Xhaka ref

Musim lalu Granit Xhaka dikenal sebagai pemain yang acapkali mendapatkan hukuman kartu dari wasit, entah itu kartu kuning atau kartu merah. Namun hal berbeda terjadi di musim ini dan diakui oleh gelandang asal Swiss itu bahwa semua bisa terjadi berkat bantuan dari Arsene Wenger dan kemampuannya dalam menganalisa segala kesalahan yang ia lakukan di musim lalu.

Koleksi 14 kartu kuning dan tiga kartu merah di musim pertamanya bersama Arsenal jelas menjadi catatan yang buruk bagi mantan pemain Borussia Monchengladbach itu. Namun sejatinya, Xhaka memang tipikal gelandang keras dan itu sudah ia tunjukkan selama membela Gladbach dimana dalam setiap musimnya ia mengoleksi lebih dari 10 kartu kuning dan minimal ada kartu merah yang ia terima dari wasit.

Tapi jelas, hal seperti itu tidak bisa diulangi lagi oleh Xhaka di musim keduanya bersama Arsenal. Untuk bisa meminimalisir ‘tindak kekerasan’ yang ia lakukan di lapangan hijau, Xhaka butuh saran dari Wenger dan terbukti dari sejauh musim ini berjalan, ia baru mengoleksi tiga kartu kuning saja dari wasit.

“Dahulu semasa masih bermain di Jerman, saya memang kerap mendapatkan kartu kuning dan merah. Saya menganalisis itu semua dan beberapa dari itu lahir dari situasi yang tidak penting. Dan saya melakukan analisis lebih mendalam ketika datang ke Arsenal. Musim lalu, saya harus diusir saat melawan Swansea City dan Burnley dan saya harus bisa menerima itu semua,” ujar Xhaka.

“Saya juga membutuhkan tips-tips dari manajer soal itu. Saya sudah setahun berada disini dan telah belajar banyak darinya, terutama dalam sisi mentalitas ketika bermain.”

Menjadi penting memang bagi Xhaka untuk bisa meredam emosi dan mengurangi tekel-tekel keras yang biasa ia lakukan. Pasalnya ia adalah pemain yang sangat diandalkan Wenger untuk menghuni lini tengah bersama Aaron Ramsey di musim ini.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here