Sebagai pembicara dalam kegiatan Halaqah Kebangsaan PCNU Kabupaten Garut yang digelar di Pesantren As-Sa’adah, Limbangan, Garut, Jawa Barat, Minggu (17/9), Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi menuturkan pesan-pesan berharga untuk para kader Nahdlatul Ulama.


Turut hadir Rais Aam PBNU, Kiai Ma’ruf Amin, dalam Halaqah yang menjunjung tajuk “Menjam’iyah Jama’ah dan Menahdhahkan Nahdhiyah”, Dedi Mulyadi mengatakan bahwa kader NU seharusnya sanggup menguasai berbagai sektor dalam kehidupan kebangsaan, dilansir Kompas.com.

“Jadi ke depan, di pesantren itu tidak boleh hanya ada madrasah aliyah, karena madrasah dengan pesantren itu adik-kakak. Seharusnya, di pesantren mulai mengajarkan pendidikan berbasis kecakapan seperti SMK dan pendidikan berbasis pengetahuan umum seperti SMA,” cetusnya, dikutip Kompas.com, Senin (18/9/2017).

Menurut Dedi, langkah tersebut harus secepatnya diambil dalam rangka gerakan antitesa terhadap paham radikalisme dan intoleransi yang malangnya menjadi panutan kalangan kaum perkotaan yang mayoritas memiliki pendidikan tinggi yang tak diimbangi dengan pendidikan agama.

Akibat dari hal tersebut, menurut Dedi, membuat mereka cenderung tunduk jika menghadapi berbagai paham garis keras. Dan itu terjadi tanpa mampu menganalisis paham yang ada dengan metodologi yang biasanya dipelajari di lingkungan pesantren.

Lebih lanjut, Dedi Mulyadi mengungkapkan, agar kader NU mampu menembus lingkungan tersebut dengan bekal pemahaman yang cukup, ke depannya dapat membuat diskusi atau pengajian yang khas NU dengan mengedepankan prinsip toleransi, pertengahan, penuh pertimbangan dan lurus taat asas.

Tak berbeda suara dengan Dedi, Rais ‘Aam PBNU Kiai Ma’ruf Amin turut menekankan peran yang dimiliki oleh para ulama sebagai penjaga umat dan tatanan kebangsaan. Ketua Umum MUI Pusat tak lupa menghimbau agar para kader NU sebagai organisasi menjadi rumah bagi seluruh jamaah.

“Peran ulama itu banyak, himaayatul ummah (memelihara umat) sekaligus himaayatud diin (memelihara agama). Dua hal ini harus seiring sejalan, umat jangan sampai dibawa ke dalam paham radikal. Kiai NU harus berada di garda terdepan untuk menjaganya,” tambah Kiai Ma’ruf.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here