mewarnai

Belakangan ini marak dijual buku-buku mewarnai untuk orang dewasa, dengan pola-pola rumit dan gambar menarik. Sekilas mungkin ada yang berpikir, buat apa orang dewasa melakukan hal itu. Seperti anak kecil yang baru belajar saja, atau bahkan disebut kurang kerjaan. Apalagi harga buku mewarnai untuk orang dewasa itu bahkan jauh lebih mahal banderolnya dibanding buku untuk anak-anak.

Di Inggris, maraknya fenomena orang dewasa mewarnai gambar bahkan sampai membuat pensil warna sulit ditemukan dan sempat langka selama beberapa waktu. Hobi ini memang mengasyikkan bagi mereka yang tahu manfaatnya.

Menurut studi yang dilakukan oleh periset dari Universitas Otago di Selandia Baru, terungkap bahwa mewarnai gambar dapat membantu mengurangi gejala ansietas (kecemasan) dan depresi.

Saat seseorang sedang berkonsentrasi untuk mewarnai pola-pola di kertas gambarnya, ia akan menikmati kegiatan itu. Apalagi jika kemudian ia merasa senang dengan hasilnya, maka kegiatan tersebut tidak lagi sekedar membuang waktu.

Studi yang hasilnya telah dipublikasi pada Creativity Research Journal itu melibatkan 115 orang relawan wanita dengan rentang usia antara 18 – 36 tahun.

Mereka harus mengikuti kegiatan mewarnai setiap hari atau melakukan teka teki logika Sudoku dalam waktu sepekan.

Setiap relawan harus melaporkan kondisi psikologis yang dialami selama masa penelitian tersebut, semisal gejala depresi, stres, gelisah, ketahanan dan perhatian penuh.

Hasilnya akan dibandingkan dari laporan awal pekan dan akhir pekan. Terlihat, bahwa relawan yang melakukan kegiatan mewarnai menunjukkan tingkat gejala depresi dan kecemasan lebih rendah dibanding yang melakukan kegiatan pengisian Sudoku.

Namun kedua kelompok relawan menampakkan hasil peningkatan kesadaran yang jauh lebih baik ketimbang di awal.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here