Kabar menghebohkan datang dari Wali Kota Surabaya, Jawa Timur Tri Rismaharini. Dikabarkan jika Bu Risma dipolisikan oleh seseorang lantaran dinilai telah melakukan penistaan agama yang sesuai dengan pasal 156 a KUHP. Alasan pelaporan itu, Risma membongkar masjid Assakinah di kompleks Balai Pemuda Surabaya.

Padahal, masjid tersebut dibongkar lantaran bakal dibangun masjid baru yang rencananya akan menyatu dengan gedung baru DPRD belantai delapan. Dan menangapi laporan yang ditujukan kepada Wali Kota Surabaya itu, warganet berbondong-bondong memberikan tanggapannya. Banyak dari mereka tak habis fikir dengan apa yang dilakukan pelapor.

Warganet beranggapan tidak masalah pembongkaran masjid dilakukan untuk lebih megah. Begini beberapa komentar wargenet mengenai pelaporan tersebut.

Komentar akun @04Nakula Gubrak.. Jadi fix ya??? Yang gak suka masjid d bangun lebih besar dan megah adalah SYAITON

Komentar akun @ajunsii Kl merobohkan tanpa membangun lagi itu penistaan agama,kl merobohkan tuk dibangun lgi yg lbh bagus itu namanya penistaan trhadap syaiton,artinya yg menuduh n melaporkan bu risma adalah para pengabdi setan dan bnyknya para setan brjubah ini yg mngkin jdi inspirasi

(function ($) {var bsaProContainer = $(‘.bsaProContainer-7’);var number_show_ads = “0”;var number_hide_ads = “0”;if ( number_show_ads > 0 ) {setTimeout(function () { bsaProContainer.fadeIn(); }, number_show_ads * 1000);}if ( number_hide_ads > 0 ) {setTimeout(function () { bsaProContainer.fadeOut(); }, number_hide_ads * 1000);}})(jQuery);

Tak hanya Bu Risma saja yang dipolisikan, ada beberapa pihak lainnya yang dilaporkan. Misalnya saja Ketua DPRD dan Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang.

Pelaporan tersebut dilakukan oleh Wawan dari Komunitas Bambu Runcing yang didampingi lima orang pengacara. Mereka adalah  Okky FS, Ida Bagus Adis Harymbawa, Heroe Maksono, Mudji Utomo dan Abdus Salim yang tergabung dalam OS&Partners.

Sementara itu, Kombes Pol Frans Barung Mangera, Kabid Humas Polda Jatim menyebutkan pihaknya masih terus mempelajari laporan terkait. Perlu dicatat, jika pembongkaran masjid itu dilakukan untuk dibangun baru yang akan menyatu dengan gedung baru DPRD berlantai delapan.

Dan meskipun dilaporkan, Eri Cahyadi selaku Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya menyebutkan pembongkaran akan tetap dilanjutkan.

“Pembangunan masjid akan mulai kita bangun besok. Kemarin sempat terhenti karena ada protes dan spanduk-spanduk yang dipasang oleh organisasi masyarakat,” kata Eri.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here