Loading...
Dunia Militer

Indonesia Beli Sukhoi, AS Jamin Tak Berikan Sanksi

Jet tempur multiperan Su-35S Flanker-E Angkatan Udara Rusia. © Russian MoD via Wikimedia Commons


Menteri Pertahanan AS James Norman Mattis telah memberikan jaminan bahwa Indonesia tidak akan dikenakan sanksi dengan embargo untuk membeli peralatan sistem senjata dari Rusia, termasuk pesawat tempur Sukhoi Su-35.


Seperti diberitakan Antara News, Mattis akan terus meyakinkan Kongres AS untuk mengizinkan beberapa mitra strategis AS membeli persenjataan dari Rusia tanpa ada sanksi apa pun setelah pelaksanaan Kampanye Melawan Amerika Melalui Sanksi (CAATSA) mulai tahun lalu.


Hal tersebut merupakan salah satu poin yang disajikan Menteri Pertahanan AS James Mattis di pertemuan dengan Menteri Pertahanan Indonesia Ryamizard Ryacudu di Washington DC pada hari Selasa.

Baca Juga:  Selesai Jalani “Major Servicing”, Hawk Mk-209 TNI Kembali Siap Tempur

Dalam pernyataan resmi yang diterima oleh Antara, Indonesia, India dan Vietnam tidak akan terpengaruh oleh CAATSA. CAATSA telah mendapat legitimasi untuk menghukum Rusia karena diduga melakukan intervensi dalam pemilihan presiden AS dan keterlibatannya di Ukraina.


Mattis mendesak Kongres untuk meringankan sanksi terhadap negara-negara – India, Indonesia, dan Vietnam – yang secara historis memiliki hubungan dengan Rusia tetapi sekarang cenderung ke Amerika Serikat sehubungan dengan pengadaan peralatan sistem pertahanan.


Sebagai tanggapan, Menteri Ryamizard mengucapkan terima kasih kepada Mattis karena telah meyakinkan Kongres ASuntuk membatalkan sanksi. Ryamizard mengatakan bahwa pengadaan Sukhoi Su-35 telah dilakukan jauh sebelum pelaksanaan CAATSA.



“Ke depan, Indonesia akan membeli beberapa peralatan sistem pertahanan dari Amerika Serikat, seperti pesawat angkut C-130 Hercules dan pesawat angkut berat lainnya”, ungkapnya.


Pada pertemuan bilateral itu, kedua menteri sepakat untuk mengintensifkan kerjasama dibidang pertahanan dan militer melalui pertukaran pejabat, staf dan siswa sekolah komando, pendidikan intelijen, pertukaran informasi strategis dan industri pertahanan.

Baca Juga:  Radar CP-SAR Profesor Josaphat Berhasil Diuji Coba di Boeing 737-200 Surveillance TNI AU

“Program kerjasama ini harus dipertahankan dan ditingkatkan dalam berbagai bentuk kapasitas dan pengembangan kemampuan”, tambahnya.

– Jakartagreater.com

Loading...

About the author

Citra

You are what you read! Ungkapan itu membuat kami ingin menyajikan berita tulisan yang sesuai dengan jati diri Anda. Selamat membaca dan silahkan berkomentar...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.