Maveric Vinales vs Marc Marquez, Siapa Lebih Hebat Versi Max Biaggi

Marc Marquez  bukannya tanpa alasan ‘menakali’ Maverick Vinales di sesi kualifikasi GP Jerman 2017 pada Sabtu (1/7) lalu. Menurut Cal Crutchlow, pebalap LCR Honda, Marquez memang sengaja ‘menyenggol’ Vinales. Reaksi Vinales yang menyebut, sekarang sudah tahu batas-batas mana saja yang tidak boleh dilampaui, menunjukkan bahwa Marquez sukses memenangi perang mental dengan juniornya sesama pebalap Spanyol tersebut.

Insiden Maverick Vinales vs Marc Marquez di sirkuit Sachsenring memang membuat banyak orang mengernyitkan dahi. Kala itu, terjadi saling menyalip antara dua pebalap ini. Hal yang berakhir pada ‘serudukan’ Marquez kala Vinales mendahuluinya dengan menyerobot dari bagian dalam. Marquez kemudian meminta maaf atas insiden tersebut.

Katanya, “Ada sedikit kesalahpahaman dengan Maverick. Saya melaju berusaha untuk menjaga ritme pada ban basah, terutama di awal lintasan, dan saya menyalipnya … kemudian ia menyalip saya dari dalam. Dan jujur saya berharap atau saya perkirakan dia akan melebar (ketika berada di depan, sebelum terjadi benturan).”

“Tapi kemudian ia melakukan gerakan yang tidak sesuai perkiraan saya; sehingga kami mengalami benturan. Saya sudah mengatakan maaf kepadanya. Tapi yang paling penting adalah bahwa kami berdua tetap bertahan di motor (tidak mengalami crash).”

Video Insiden Marquez vs Vinales di Kualifikasi GP Jerman,

Sementara itu, Maverick Vinales pasca kejadian punya teorinya sendiri. Ia yakin, Marquez sengaja menyeruduknya seperti itu. Katanya dikutip dari Okezone.com, “Marc berhenti di tengah tikungan satu, dan tikungan berikutnya ia menghentikan motor saya. Tidak sulit melakukan tindakan tersebut dengan sengaja. Kesannya, tindakan (Marc itu) diperhitungkan, saya akan selalu mengingat kejadian ini.”

Komentar Cal Crutchlow lain lagi. Menurutnya, Marc Marquez memang sengaja memancing reaksi Maverick Vinales untuk meletup. Marquez bertindak ketika ada momen yang memungkinkannya berbuat hal tersebut. Crutchlow menuturkan kepada GPOne, “Marc hanya bermain dengan mereka (para pesaing di klasemen).

“Hal yang sama saat ia sedang bermain dengan Maverick kemarin. Marc menyukai hal itu; baginya itu lucu. Anda memainkan perang pikiran dengan Marc; dan itu tidak akan bekerja. Dia malah memainkan perang pikiran itu dengan Anda. Maverick bertanya-tanya mengapa Marc menyeruduknya. Sementara Marc berpendapat, ‘Karena kau ada di sana (memungkinkan untuk diseruduk). Mengapa tidak?’ “

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here