Loading...
Berita

Ini Alasan Medis Kenapa Albothyl Ditarik dari Peredaran


“Memang penggunaan albothyl selama ini sudah sangat populer di masyarakat, tetapi sebenarnya jika ada sariawan di bibir atau mulut, penggunaan albothyl hanya diteteskan di lokal tempat yang sakit saja antiseptik, tidak direkomendasikan diteteskan di air lalu untuk kumur-kumur. Penggunaan albothyl untuk mematikan jamur di tempat yang sariawan.”


Itulah penjelasan penggunaan albothyl oleh Guntur Setio Raharjo, S.Si, S.Apt kepada Tengokberita.com di sela sela sebuah acara di Pondok Pemuda Cibodas, Cianjur, Jawa Barat Sabtu (17/2/2018).


Lebih lanjut apoteker yang juga mahasiswa tingkat akhir program Pasca Sarjana Fakultas Farmasi Univ Pancasila Jakarta ini mengatakan, Albothyl merupakan obat bebas terbatas berupa cairan obat luar yang mengandung policresulen konsentrat dan digunakan untuk hemostatik dan antiseptik pada saat pembedahan, serta penggunaan pada kulit, telinga, hidung, tenggorokan (THT), sariawan, gigi dan vaginal (ginekologi).


Setelah ada laporan dari penelitian yang dilakukan oleh dokter gigi dan hasil penelitian tersebut dilanjutkan bersama ahli farmakologi dari universitas dan klinisi dari asosiasi profesi terkait telah melakukan pengkajian aspek keamanan obat yang mengandung policresulen dalam bentuk sediaan cairan obat luar konsentrat dan diputuskan tidak boleh digunakan sebagai hemostatik dan antiseptik pada saat pembedahan serta penggunaan pada kulit (dermatologi); telinga, hidung dan tenggorokan (THT); sariawan (stomatitis aftosa); dan gigi (odontologi).


Karena ditemukan efek samping obat Albothyl untuk pengobatan sariawan, di antaranya efek samping serius yaitu sariawan yang membesar dan berlubang hingga menyebabkan infeksi (noma like lession). Efek obat ini memang membuat sariawan terasa tidak sakit untuk sementara. Namun sebenarnya, obat ini merusak jaringan mukosa atau selaput tipis di rongga mulut yang nantinya menyebabkan iritasi.


Sebuah penelitian yang ditulis oleh Indriasti Indah Wardhany dari Universitas Indonesia dan telah dipublikasikan di Journal of International Dental & Medical Research, Januari 2016 dengan judul “Oral mucosal burn caused by topical application of 36% policresulen solution – a case series” menjelaskan bahwa telah terjadi 6 kasus serius efek samping luka pada mukosa mulut karena pemakaian larutan konsentrat 36% Policresulen/polikresulen.


Penelitian ini menyimpulkan bahwa adanya akses mudah didapat sebagai obat bebas terbatas dari larutan polikresulen dengan penggunaannya tanpa teknik dan instruksi yang tepat. Sehingga direkomendasikan untuk meningkatkan kesadaran dan pertimbangan masyarakat, profesional kesehatan dan BPOM Republik Indonesia dalam menggunakan obat ini dan juga kesadaran dokter gigi di negara maju karena pekerja luar negeri Indonesia dapat membawa obat ini. (jar)

Loading...

About the author

Citra

You are what you read! Ungkapan itu membuat kami ingin menyajikan berita tulisan yang sesuai dengan jati diri Anda. Selamat membaca dan silahkan berkomentar...

Sampaikan Pendapat

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.