Loading...
Lifestyle

Ini Bahasa Tubuh Orang yang Sedang Berbohong, Kenali

bohongSecara psikologis, orang yang sedang berbohong sadar bahwa perbuatannya salah. Karena itu, ada beberapa bahasa tubuh yang ia lakukan untuk menutupi rasa bersalahnya tersebut. Anda bisa lho mengamati perilakunya secara diam-diam, dan memperhatikan apakah ia bohong atau tidak.

Berikut ini beberapa bahasa tubuh orang yang berbohong, seperti dilansir laman Independent:

Membungkuk

Saat sedang bohong maka ia akan cenderung membungkuk, mengecilkan tubuhnya untuk melindungi diri. Atau menyentuh bagian wajah, menggosok hidung, dan menggerakkan tubuh secara tiba-tiba.

“Jika Anda melihat seseorang tiba-tiba melakukan perilaku untuk menenangkan diri (menyentuh wajah, menggosok dahi) maka mungkin mereka berbohong,” kata psikolog John Paul Garrison.

Menghindari kontak mata

Baca Juga:  Ini Batas Waktu Aman dan Sehat Menyimpan Daging di Freezer

Ia akan menghindari kontak mata, karena kontak mata adalah perilaku yang bersifat pribadi. Ia ingin melepaskan diri dari Anda dan tidak terikat.

Pura-pura tenang

Ia akan berlagak tenang, duduk diam, bicara pelan, dan berusaha tida banyak menggerakkan wajah.

Tidak konsisten dalam bicara

Coba simak isi pembicaraannya, ia akan sulit konsisten karena banyak membual. Namun jika ia sudah ahli berbohong maka ia bisa menghindari hal itu.

Tubuhnya menjauh

Ia akan menjauhkan tubuh dari Anda, condong ke belakang, atau menjaga jarak. Itu tanda ia tak nyaman berada dekat Anda. Jika Anda mendekat, ia akan makin menjauh.

Menggeleng

Saat ia bilang ‘iya’ namun sembari menggeleng, maka bisa jadi ia sedang bingung antara bicara jujur atau tetap bohong.

Baca Juga:  Wanita Lebih Sering Alami Sindrom Mata Kering, Ini Sebabnya

Di sisi lain, Anda bisa mempercayai naluri Anda sendiri saat mendengar orang berbohong. Kadang naluri bisa tahu bahwa orang sedang bohong atau tidak pada Anda.

Loading...

About the author

Citra

You are what you read! Ungkapan itu membuat kami ingin menyajikan berita tulisan yang sesuai dengan jati diri Anda. Selamat membaca dan silahkan berkomentar...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.