Valentino Rossi Jika Marah, Dani Pedrosa Mending Balapan Sendirian!

Valentino Rossi punya rahasia tersendiri sehingga mampu terjun di GP Aragon pada Minggu (24/9) lalu. Meskipun sempat dinyatakan baru bisa membalap sebulan setelah cedera, nyatanya The Doctor tampil dalam grand prix tersebut hanya berselang 22 hari pasca kecelakaan motorcross. Apa rahasia Rossi?

Sampai beberapa hari menjelang GP Aragon, semua orang percaya, Valentino Rossi baru bisa turun di grand prix berikutnya di Motegi Jepang. Saat itu semua malah menanti penampilan Michael van der Mark yang diplot oleh Movistar Yamaha menggantikan The Doctor.

Namun tiba-tiba saja, van der Mark batal tampil. Justru Valentino Rossi, yang dalam konferensi pers terpincang-pincang dan menggunakan alat bantu, berlaga di Aragon. Sensasionalnya, Rossi bahkan sempat berada di urutan kedua dalam balapan. Meskipun, pada akhirnya kelelahan dan finish di urutan kelima.

Apapun itu, yang dilakukan Valentino Rossi jelas tidak normal. Dia berani ‘melanggar’ vonis awal dokter; dan bertarung seolah-olah kakinya tidak patah pada akhir Agustus lalu. Tentang hal ini, Dokter Raffaele Pascarella dikutip dari CNN Indonesia, memiliki penilaian tersendiri.

Valentino Rossi Alami Patah Kaki Karena Kecelakaan Motorcross 2

Menurutnya, mental juara Valentino Rossi menjadi kunci keberhasilan sang pebalap Italia bangkit dan menghancurkan semua ramalan dokter. Keinginan Rossi untuk secepat mungkin terjun ke balapan, dipadu dengan kerja keras dan kepatuhannya pada jadwal pemulihan cedera.

Pascarella menuturkan, “Rossi adalah juara sejati. Dia menunjukkan bahwa dengan bantuan motivasi, maka ada banyak hal yang bisa dilakukan (menciptakan keajaiban).”

“Sehari setelah operasi (patah kaki), Rossi memang sudah bisa berjalan. Saat ini tentu saja Rossi tak akan bisa bermain sepak bola dengan kakinya, namun jelas lebih mudah untuknya jika diminta untuk mengemudikan motor.”

“(Selama proses pemulihan) Valentino Rossi menjalani fisioterapi enam jam setiap hari. Dia benar-benar menunjukkan motivasi dalam setiap sesi. Tidak semua orang bisa melakukan hal itu.”

“Yang diperbuat Rossi (bisa membalap hanya dalam waktu 22 hari setelah kecelakaan) lebih dari sekadar keajaiban. Kembalinya Rossi adalah buah dari tekad kuat, kerja keras, dan upaya untuk mendorong diri.”

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here