minum usai makan

Salah kebiasaan orang setelah makan adalah minum air dalam takaran cukup banyak. Minum dalam jumlah berlebih seperti ini sebenarnya cukup berisiko terhadap kesehatan. Sebaiknya minum air dilakukan beberapa waktu sebelum mengonsumsi makanan utama, dan tidak berlebihan minum setelah selesai makan.

Dikutip dari laman Republika, dalam sistem pencernaan sebenarnya secara alami perut mengeluarkan cairan cerna. Cairan ini membantu lancarnya proses mencerna. Namun saat banyak air masuk ke dalam perut usai makan, maka fungsi dari cairan ini akan terganggu dalam merusak partikel makanan.

Berikut ini beberapa hal yang bisa terjadi jika minum banyak setelah makan:

Perut membuncit. Air yang masuk ke perut setelah makan akan memicu terjadinya gas berlebih dan berlangsung dalam waktu cepat. Akibatnya perut menjadi kembung dan tidak nyaman.

Masalah pencernaan. Air berlebih akan membuat makanan yang dicerna menjadi lebih sulit melewati usus besar. Efeknya adalah meningkatkan risiko sembelit, gas, dan sebagainya.

Gula darah meningkat. Makanan yang tidak sempurna tercerna akibat pengaruh air ini yaitu meningkatnya kadar gula darah. Lonjakan gula darah berlangsung cukup cepat seiirng dengan tertinggalnya makanan yang belum tercerna.

Asam lambung berlebih. Minum air setelah makan membuat asam lambung terdilusi. Ini memicu kenaikan asam lambung. Dikhawatirkan nantinya bisa memicu refluks asam.

Waktu ideal untuk minum yaitu minimal setengah jam sebelum makan. Jika ingin minum setelah makan usahakan baru dilakukan setengah jam setelahnya. Kebiasaan seperti ini menjadikan proses pencernaan makanan berlangsung lebih efektif.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here