Rahmat Bagja, anggota Bawaslu RI

Rencana Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI yang akan menyebarkan materi-materi khutbah shalat Jumat selama masa kampanye Pilkada 2018 untuk memperkuat ketahanan sosial dalam Pilkada damai, menuai kontroversi di masyarakat.


Bawaslu berdalih bahwa materi khutbah yang akan disampaikan pada shalat Jumat bertujuan untuk memperkuat ketahanan sosial dan Pilkada berlangsung damai.


Tak hanya akan disampaikan pada shalat Jumat, materi serupa juga akan disampaikan Bawaslu kepada agama-agama lain. Untuk hal ini Bawaslu mengaku sudah menjalin kerjasama dengan organisasi lintas keagamaan seperti KWI, PGI, dan Walubi.


“Maksud kami baik, tetapi banyak pihak yang kami sayangkan kok jadi ‘sensi.’ Kami malah dituduh macam-macam, mengikuti gaya Orba lah. Khutbah yang kami rancang tersebut hukumnya mubah, boleh dipakai boleh tidak, dan sifatnya supplementary,” kata anggota Bawaslu RI, Rahmat Bagja pada sebuah diskusi di Jakarta, Minggu (11/2/2018).


Dalam proses penyusunan materi ini, Bawaslu mengajak tokoh dari semua agama untuk menyampaikan pentingnya memilih pemimpin yang jujur dan adil. Ia mencontohkan, politik uang dalam semua agama dilarang. Materi seperti ini yang akan disampaikan kepada masyarakat dari semua agama.


“Jadi orientasinya adalah sosialisasi pilkada dan pemilu damai, bukan mengatur khotib,” Rahmat Bagja menambahkan. (jar)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here