Loading...
Berita

Inilah… Rahasia Doktrin Teroris, Diungkap Mantan Teroris

Yudi Zulfachri dan mantan gurunya, Aman Abdurrahman yang menyesatkannya jadi teroris.

Jakarta – Bagaimana sih doktrin terorisme? Pertanyaan ini menggelitik masyarakat Indonesia, yang dua pekan ini diguncang aneka kejahatan teroris. Jawabnya, tentu hanya diketahui para teroris.


Dan, mantan teroris Yudi Zulfachri, menjelaskan rinci. Yudi adalah mantan murid Aman Abdurrahman, pimpinan kelompok JAD (Jamaah Ansharud Daulah).


Yudi mengungkap doktrin yang disebarkan Aman Abdurrahman. Doktrin itu, menurutnya, merupakan penggalan dari ayat suci Al Quran. Dari doktrin inilah dia jadi teroris.


Yudi tertangkap tahun 2010 di Aceh karena pembentukan pelatihan militer terhadap teroris. Dia dijatuhi hukuman enam tahun, tapi karena berkelakuan baik dia menjalani hukuman sekitar lima tahun. Dia bebas 2015.


Satu hal penting yang diungkap Yudi, bahwa Aman Abdurrahman mendoktrin dia dan teroris lainnya dengan penggalan ayat suci Al Quran. Pengaruhnya dahsyat. Dan, dia ‘sembuh’ dari doktrin tersebut, karena ayahnya memberikan lanjutan dari penggalan ayat yang didoktrinkan Aman Abdurrahman itu.


Penggalan ayat suci, serta lanjutannya, akan diungkap di sini. Namun, simak dulu penjelasan lengkap Yudi tentang ideologi Aman Abdurrahman, berikut:
1. Butuh 5 tahun


Butuh waktu sekurangnya lima tahun lamanya untuk menghilangkan ajaran-ajaran Aman yang dikenalnya sejak tahun 2007 hingga 2010 tersebut.


Ketika ia tertangkap di Aceh pada tahun 2010 karena kasus pembentukan pelatihan militer, selama lima tahun ia dibimbing untuk bertaubat oleh mantan petinggi Jamaah Islamiyah yang juga terlibat di Bom Bali 1 dan Hotel JW Marriot, Ali Imron yang telah lebih dulu sadar atas ideologinya.


2. Minta bimbingan Ali Imron


Yudi yang meminta agar Ali Imron yang berbicara dengannya karena begitu bencinya ia dengan kepolisian sehingga tidak mau berbicara kepada pihak Polisi.


Ia juga menceritakan betapa kala itu ia tidak sudi untuk diambil keterangannya dalam Berkas Acara Pemeriksaan oleh Kepolisian.


Ia mengatakan, selama lima tahun proses pemulihan ideologinya di penjara di Aceh tersebut Ali Imron secara bertahap membuka pikirannya terkait paham keagamaan yang selama ini dia anut.


Ia mengatakan pemahaman Jamaah Islamiyah yang berafiliasi ke Al Qaedah menjadi jembatan bagi proses pemulihannya.


Hingga akhirnya pada suatu saat sekira tahun 2010 ia membaca adanya revisi pemahaman dari Al Qaeda di bawah pimpinan Ayman Mohammed Rabie al-Zawahiri yang mengajak agar para pengikutnya mengevaluasi dirinya masing-masing.


Dari sanalah ia menyadari bahwa apa yang ia yakini selama ini mungkin salah.


“Itu akhirnya saya membuka tempurung ini. Sehingga masuk yang lain-lain. Sehingga saya kok ditanya, apa inspirasi berubah? Al Qaedah inspirasinya,” kata Yudi.


3. Sempat sekolah tinggi


Yudi menceritakan sempat belajar di Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri selama empat tahun lamanya.


Saat itulah ia mulai berkenalan dengan pengajian kampus yang mengajarkannya tentang pondasi dari ajaran Aman.


Setelah itu ia bahkan sempat diajak mengunjungi Aman yang ketika itu tengah ditahan di Lapas Sukamiskin Bandung Jawa Barat.


Ia diajak oleh murid-murid Aman mengunjungi gurunya untuk mendengar langsung ceramah dari Aman.


Kemudian setelah itu ia mulai membaca buku-buku terjemahan dan karangan Aman dan mengikuti ceramahnya secara live di media sosial.


Yudi mengatakan ketika itu kondisinya dalam keadaan bercukupan.


4. Keluar dari PNS dan ungkap tujuan terorisme


Ia mengatakan, ketika itu ia memiliki pekerjaan dan tidak ada yang kurang.


Namun apa yang membuatnya menanggalkan pekerjaannya sebagai PNS, dan beralih haluan menjadi teroris adalah ajaran Aman yang membawanya ke pemahamanan ekstrim.


“Ideologi ini bukan untuk mencari uang, bukan untuk mencari pekerjaan tapi untuk membuktikan keimanan. Pekerjaan, harta itu nggak ada urusannya sama keimanan. Malah harusnya dikorbankan. Maka nggak ada urusan, mau dia kaya, dia terpelajar. Kalau doktrin itu masuk, dia akan tinggalkan,” kata Yudi.


Namun setelah berbagai usaha pemulihan ideologinya selama lima tahun di penjara Aceh, serta keterlibatan orang-orang seperti ayahnya, Ali Imron, serta teman-teman satu sel yang mengkikis sedikit demi sedikit ajaran Aman, Yudi sudah tidak memiliki keyakinan takfiri lagi sejak keluar penjara pada tahun 2015.


Kini ia tengah kuliah di Universitas Indonesia jurusan pertahanan dan menjadi pembicara dalam diskusi-diskusi mengenai kasus terorisme.
5. Bebas berkat baca surat di Al Quran


Ia mengatakan, ayahnya menyuruhnya membaca dua ayat Alquran untuk memberikan perbandingan dengan potongan ayat Alquran yang diberikan oleh Aman.


Hal itu diungkapkan Yudi usai menjadi pembicara dalam Talkshow Polemik Radio MNC Trijaya Network dengan topik “Never Ending Terrorist” di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (9/5/2018).


“(Peran) Keluarga itu sangat besar, terutama orang tua yang berpendidikan, berilmu. Itu bapak saya yang menghilangkan doktrin ustad Aman itu bapak saya. Saya didoktrin Al-Mumtahanah ayat 4. Bapak saya datang bawa Alquran, baca ayat 8 dan 9. Saya baca. Wah iya,” kata Yudi tersenyum.


Sebagai pelengkap, isi surat Al-Mumtahanah ayat 4, demikian:


Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka : “Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran) mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja.


Kecuali perkataan Ibrahim kepada bapaknya (1471) : “Sesungguhnya aku akan memohonkan ampunan bagi kamu dan aku tiada dapat menolak sesuatupun dari kamu (siksaan) Allah”. (Ibrahim berkata): “Ya Tuhan kami hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali.”


Bunyi tafsir ayat tersebut demikian:


Allah SWT memerintahkan kepada kaum muslimin mencontoh Nabi Ibrahim A.S. dan orang-orang yang beriman besertanya, ketika ia berkata kepada kaumnya yang kafir kepada Allah dan menyembah berhala: “Hai kaumku, sesungguhnya kami berlepas diri daripada, dan dari apa yang kamu sembah selain Allah”.


Kemudian diterangkan bahwa yang dimaksud Ibrahim dengan berlepas diri itu, yaitu:


a. Ibrahim A.S. mengingkari kaumnya, tidak mengacuhkan tuhan-tuhan mereka dan tidak membenarkan perbuatan mereka yang menyembah patung-patung yang tidak dapat memberi manfaat dan mudarat kepada siapa pun, sebagaimana yang diterangkan Allah dalam firman-Nya:


Ayat inilah yang, menurut Yudi Zulfachri, digunakan Aman Abdurrahman mendoktrin teroris. Itu adalah penggalan ayat suci.


Sedangkan, ayah Yudi memberikan lanjutan dari penggalan ayat tersebut. Yakni: Al-Mumtahanah ayat 8 dan 9. Bunyinya demikian:


“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang Berlaku adil.


Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, Maka mereka Itulah orang-orang yang zalim.” (QS. Al Mumtahanah :8-9)


Yudi dianjurkan ayahnya membaca dan memahami ayat lanjutan ini. Dari sinilah Yudi menyadari, bahwa doktrin Aman Abdurrahman atau teroris lainnya, adalah salah. Akhirnya Yudi sadar dan insyaf. (*)

Loading...

About the author

Citra

You are what you read! Ungkapan itu membuat kami ingin menyajikan berita tulisan yang sesuai dengan jati diri Anda. Selamat membaca dan silahkan berkomentar...

Sampaikan Pendapat

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.