Islah Suporter Nasional Indonesia Digelar, Ini Hasilnya!

Posted on

klub isc tsc isl logo jersey 2016

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) telah menggelar Islah Suporter Nasional Indonesia di Senayan, Jakarta, pada Kamis tanggal 3 Agustus 2017 lalu. Sebanyak 99 perwakilan suporter hadir dalam kegiatan ini. Lantas, apa hasil Islah Suporter Nasional Indonesia yang digagas Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi itu?

Hasil dari Islah Suporter Nasional Indonesia adalah pernyataan sikap dari seluruh perwakilan suporter yang hadir. Pernyataan tersebut berbunyi:

“Kami sebagai bagian dari suporter klub sepak bola Indonesia sepakat untuk tetap menunjukkan loyalitas pada klub masing-masing dan menghormati pertandingan dengan tidak menunjukkan sikap permusuhan pada kelompok suporter yang lain dan masyarakat pada umumnya.”

Baca Juga:  Hasil Liga Champion Tadi Malam: Barcelona vs AS Roma 4-1, Suarez Pecah Telur!

Imam Nahrawi selaku Menpora menggagas Islah Suporter Nasional Indonesia setelah meninggalnya suporter Persib Bandung bernama Riko Andrean dalam laga melawan Persija Jakarta belum lama ini. Riko Andrean dikeroyok oleh sesama Bobotoh lantaran salah paham.

“Cukup, cukup, sahabat kita Riko (Andrean) yang terakhir sebagai korban. Jangan ada lagi korban. Karenanya komitmen ini agar dijaga bersama dan pemerintah akan mengawal ini secara bersama-sama, jadi jika terjadi lagi maka komitmennya akan kami tagih. Tapi kami harus tegas untuk menegakkan aturan,” tandas Menpora usai acara.

“Mereka (klub suporter ini) nanti akan kembali ke klub masing-masing bertemu temannya, harus kabarkan ini bahwa kita saatnya melihat sepak bola sebagai alat pemersatu, hentikan chant-chant yang berbau rasisme. Jadi mereka kan jadi motor untuk temennya di daerah masing-masing,” lanjutnya.

Baca Juga:  Ini Gaji Evan Dimas Jika Gabung Selangor FA

“Sedangkan kepada PSSI, federasi, kami harap untuk betul-betul menegakkan disiplin. Aturan-aturan yang sudah dibuatnya, dan komite disiplin harus lebih tegas, memberikan sanksi kepada siapapun tanpa pandang bulu bila mereka melanggar disiplin dan aturan-aturan yang berlaku,” tutup Imam Nahrawi.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.