Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dianggap telah melakukan manuver politik dengan tujuan-tujuan tertentu.

Bukan hanya soal informasi pembelian 5.000 senjata api yang mencatut nama Presiden Joko Widodo (Jokowi), tapi juga soal instruksi nonton bareng film G30S/PKI. Bahkan, tak sedikit pihak yang meminta agar Gatot mundur dari jabatan Panglima TNI yang kini diembannya.

Terkait hal tersebut, Dierktur Imparsial Al Araf menegaskan bahwa seharusnya memang dilakukan rotasi posisi Panglima TNI. Selain untuk melakukan penyegaran di tubuh TNI, juga untuk menghentikan manuver politik oleh Gatot.

“Sudah seharusnya ada rotasi. Panglima TNI yang sekarang ini kan juga sudah memasuki masa menjelang pensiun. Jadi, tidak ada masalah jika melakukan rotasi sekarang,” tuturnya di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (26/9/2017), dilansir tribunnews.com.

Al Araf melanjutkan, untuk pergantian, sebaiknya posisi diberikan kepada Angkatan Udara. Dalam aturan TNI, harusnya ada rotasi dari tiap Matra untuk jabatan panglima. Sehingga, untuk periode selanjutnya, jabatan tersebut diberikan pada Matra Udara.

“Ini kan Darat sudah dua kali, berarti besok itu sebaiknya dari Udara,” ujarnya.

Selain itu, Al Araf berpendapat bahwa jika nantinya jabatan panglima diduduki oleh Angkatan Udara, maka cita-cita Jokowi untuk memperkuat maritim Indonesia dapat tercapai dengan baik.


Menurutnya, untuk memperkuat poros maritim tak harus Angakatan Laut karena Angkatan Udara juga memiliki peran besar.

“Kalau orang bilang, poros maritim harus dari Angkatan Laut, tidak juga. Udara juga bisa berperan besar. Asal tidak darat lagi,” tukasnya.

Sementara itu, berdasarkan ketentuan pergantian panglima TNI yang tertuang dalam pasal 13 ayat 4 Undang-undang nomor 34 tahun 2004, posisi tersebut bisa dijabat secara bergantian oleh Perwira Tinggi aktif dari tiap angkatan yang sedang atau pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan.

Dengan begitu, terdapat tiga nama yang kini tengah menjabat Kepala Staf Angkatan, yakni KASAD Jenderal TNI Mulyono, Kasau  Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, dan Kasal Laksamana TNI Ade Supandi.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here