Johann Zarco Jadi Rekan Duet Marc Marquez di Repsol Honda Bisa Saja! (2)

Johann Zarco bisa saja menyeberang ke tim pabrikan Honda suatu saat nanti. Sang pebalap Prancis mengakui dirinya tertarik untuk menjadi rekan duet Marc Marquez, yang bermakna menggantikan Dani Pedrosa. Zarco sendiri saat ini terus dipantau oleh sekian tim pabrikan MotoGP.

Kontrak Johann Zarco akan habis di akhir MotoGP 2018. Sejauh ini belum ada pembicaraan apapun dengan Yamaha terkait hal tersebut. Sementara, tim yang menaungi Zarco musim ini, Tech 3, mulai musim depan menggunakan motor pabrikan KTM.

Keberhasilan Zarco musim lalu yang menembus enam besar, membuatnya jadi bahan rebutan tim-tim elite MootGP. Dikutip dari Motorspot.com, KTM dan Suzuki secara terbuka mengungkapkan minat kepada sang rookie terbaik di MotoGP 2017.

Sementara itu, Yamaha tengah mempertimbangkan untuk memakai motor pabrikan ketiga musim depan untuk mempertahankan Zarco dalam kuasa mereka. Sampai saat ini, Yamaha belum membuka kerjasama dengan tim satelit baru, dan sudah memiliki Valentino Rossi serta Maverick Vinales sebagai pebalap utama.

Johann Zarco Jadi Rekan Duet Marc Marquez di Repsol Honda Bisa Saja! (1)

Dan kini, Honda memanaskan persaingan. Tim tersebut butuh pengganti Dani Pedrosa, yang kontraknya akan habis akhir musim ini. Kecuali Pedrosa memperoleh perpanjangan kontrak, maka Zarco akan menjadi sosok ideal untuk berpacu menggunakan motor RC213V bersama Marc Marquez.

Zarco sendiri, disodori pertanyaan tentang peluangnya di Honda, menjawab, “Mengapa harus takut? Menjadi rekan setim Marquez adalah hal apik.”

“Tim Repsol Honda ini, sejenis tim impian. Ketika saya masih muda, saya ingat melihat beberapa foto Mick Doohan (menggeber motor Honda), lalu Valentino Rossi, dan kini Marquez.”

Sementara itu, Herve Poncharal, bos Tech 3, mengakui dirinya berharap Johann Zarco mau tetap bertahan di timnya, meski hanya akan menjadi tim satelit KTM sejak MotoGP 2019. Namun Poncharal juga menyebut, jika Zarco mendapatkan tawaran yang lebih baik, sang pebalap Prancis harus mengambilnya.

“Kami tidak akan mencampuri keputusan Johann. Dialah yang harus meilih jalan yang akan ditempuh (timnya di MotoGP musim depan). Dan saya pikir, semua tim (yang mengincarnya) harus menghormati hal itu.”

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here