Jorge Lorenzo Setengah Musim di Ducati, Masih Tunggu 'Momen Ajaib'

Jorge Lorenzo sudah setengah musim di Ducati. Namun, harapannya untuk terus membaik, malah berbeda dengan kenyataan. Setelah GP Jerman, Lorenzo justru turun ke peringkat 11 atau papan tengah klasemen MotoGP 2017. Oleh karenanya, X-Fuera kini menunggu ‘sesuatu yang benar-benar baru’ untuk meningkatkan performanya di putaran kedua musim debutnya bersama tim Italia.

Tanda-tanda Jorge Lorenzo bakal terkena sial di GP Jerman sudah bisa terlihat sejak awal. Meskipun bisa memulai balapan dari urutan keenam hasil kualifikasi, sang pebalap Spanyol menjalani pemanasan lomba yang penuh bencana. Lorenzo hanya ada di peringkat ke-23. Lorenzo pantang menyerah, dan berhasil memperbaiki peringkat dengan masif di awal lomba,

Ia melesat ke urutan ketiga hanya di belakang duo Repsol Honda Marc Marquez dan Dani Pedrosa. Sialnya strategi ban berakhir kemalangan untuk X-Fuera.  Lorenzo adalah salah satu dari sedikit pebalap yang menggunakan kompon lunak, baik untuk ban depan maupun belakang. Setelah grip ban belakang mulai berkurang, Lorenzo meluncur bebas ke peringkat bawah, hingga finish di nomor sembilan.

Tentang hal ini, Lorenzo menuturkan, “Sesi pemanasan adalah bencana. Saya memiliki kecepatan terburuk di grip. Jadi harapan saya untuk lomba, juga sangat buruk. Tapi kemudian saat menuju grid, saya merasakan grip yang lebih baik pada motor. Jadi saya memutuskan untuk berani melesat di lap pertama, bertarung dengan Marquez dan Pedrosa.”

Jorge Lorenzo Siap Bantu Andrea Dovizioso Jadi Juara MotoGP 2017! (2)

“Saya bisa menjaga agar tetap bera di belakang mereka, sampai ban mulai terkikis; dan kemudian saya punya masalah dalam berbelok. Saya memacu hingga akhir, dan memiliki kecepatan terbaik (versi diri sendiri) sepanjang akhir pekan. Jadi (peringkat sembilan) tidak terlalu buruk.:

Bukan sekali ini Jorge Lorenzo bisa melesat ke jajaran terdepan di awal lomba, tetapi kemudian hancur dan terus melorot. Bahkan di GP Mugello dan GP Catalunya, X-Fuera sempat memimpin balapan. Artinya, potensi itu ada. Tetapi potensi itu kalah pula dari masalah berulang yang menimpa  motor Ducati.

Kini, menatap putaran kedua MotoGP 2o17, Lorenzo menuturkan, “Saya mencoba banyak hal, mulai dari gaya membalap hingga dan settingan motor. Tapi tetap saja kami (Ducati) tidak memecahkan masalah, atau  tidak benar-benar memecahkan masalah. Kami sedang menunggu sesuatu yang benar-benar baru di motor ini.”

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here