Keluarga Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KA KAMMI) menggelar Mukernas I dengan agenda mencari calon presiden alternatif.


Presiden KA KAMMI, Fahri Hamzah menjelaskan di balik agenda itu pihaknya mendorong tokoh-tokoh muda yang menjadi pimpinan atau anggota parpol menjadi calon presiden.


“Itu penting dilakukan karena kita tahu pada Pilpres 2019, kombinasinya nanti cuma empat kandidat,” kata Fahri Hamzah di Jakarta, Rabu (31/1).


Namun, dia menambahkan dengan mendorong mereka semua mau menjadi capres, itu artinya  mendorong mereka terbuka tentang rencana memimpin bangsa ini.


“Dengan demikian kita punya banyak orang dengan banyak rencana. Jika tidak begitu kontestasinya nanti tidak ada,” katanya.


Sebab, tambah Fahri Hamzah, kalau orang hanya mendorong dirinya menjadi wakil presiden, sama saja artinya tidak ada kontestasi dan mengikuti agenda orang yang sudah ada.


Padahal bangsa ini menurut Wakil Ketua DPR ini, memerlukan perdebatan yang fresh tentang rencana, inisiatif, rancangan baru dalam menghadapi Indonesia yang persoalannya makin lama makin kompleks.


“Ini hikmahnya. Makanya sepuluh partai yang ada saat ini seluruh kadernya memakai partainya meskipun tiketnya tidak utuh, karena tidak satu pun partai yang tiketnya utuh tapi mereka  berani mencalonkan diri menjadi capres. Itu yang kita tunggu,” kata Fahri Hamzah.[ian/rml]

Loading...

Sampaikan Pendapat